Berjalan Sukses, Anggaran Kartu Prakerja Ditambah Jadi Rp 20 Triliun

Oleh Tira Santia pada 26 Feb 2021, 15:35 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 15:42 WIB
Ilustrasi kartu prakerja. Prakerja.go.id
Perbesar
Ilustrasi kartu prakerja. Prakerja.go.id

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan bahwa rencananya anggaran program Kartu Prakerja akan ditambah di 2021 menjadi total Rp 20 triliun. Sebelumnya anggaran yang disediakan sebesar Rp 10 triliun.

Wamenkeu (Wakil Menteri Keuangan) menyebutkan rencananya anggaran Prakerja akan ditambah anggarannya di 2021 menjadi Rp 20 triliun. Beliau menjawab karena Kartu Prakerja dianggap sukses,” kata Denni dalam Bincang Sore Direktur Eksekutif dengan Media, Jumat (26/2/2021).

Anggaran tersebut berencana akan ditambah lantaran program Kartu Prakerja ini merupakan program pertama yang menggunakan pendekatan on demand application, sehingga program ini dianggap tepat sasaran.

“Kata Wamenkeu karena ini yang mendaftar adalah yang bersangkutan sendiri, jadi pasti tepat sasaran. Ini bukan didaftarkan institusi mana pun, melainkan siapa pun yang membutuhkan daftar sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihak manajemen pelaksana program Kartu Prakerja memberikan kontrol sepenuhnya kepada pendaftar, dan penerima Kartu Prakerja sendiri untuk menentukan apa yang dibutuhkan, seperti pelatihan apa yang akan diambil dan sebagainya.

“Kita memberikan kontrol sepenuhnya kebebasan dan keputusan ke penerima Kartu Prakerja,” katanya.

Di sisi lain, Denni menyampaikan program Kartu Prakerja ini adalah pioneer government to person program yang pertama kali mengundang fintech ke dalam program ini.

“Jadi kami secara aktif di dalam payung hukumnya pun sudah mengundang perusahaan-perusahaan e-money untuk menyalurkan bantuan Rp 600 ribu,” ujarnya.

Hal itu terbukti penyaluran bantuan keuangan ke daerah-daerah jauh lebih murah, mudah, dan cepat dengan fintech, dibandingkan dengan penetrasinya menggunakan perbankan yang lebih rigid dan lebih mahal.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Sudah Ditutup pada Jumat 26 Februari 2021

Kartu Prakerja
Perbesar
CfDS Fisipol UGM melakukan riset tentang Kartu Prakerja

Untuk diketahui, pemerintah resmi menutup pendaftaran peserta Program Kartu Prakerja gelombang ke-12 pada Jumat, 26 Februari 2021 ini, pukul 12.00 WIB. Setelah kartu prakerja resmi dibuka pada Selasa, 23 Februari 2021 kemarin. 

Adapun kuota pendaftaran yang dibuka pada gelombang ini sebanyak 600.000 orang. Penutupan pendaftaran kartu prakerja diumumkan melalui laman resmi instagram prakerja.go.id, Jumat (26/2/2021) ini.

"Sobat Prakerja, Mimin mau mengumumkan bahwa Gelombang 12 akan ditutup pada hari Jumat, tanggal 26 Februari 2021, pukul 12.00 WIB," isi pengumuman dalam akun Instagram prakerja.go.id.

Seiring penutupan pendaftaran ini, bagi yang sudah memiliki akun Prakerja, diminta segera melakukan klik tombol “Gabung” yang ada di dashboard.

Selanjutnya, peserta yang lolos akan mendapat SMS pemberitahuan ke nomor yang terdaftar pada akun Prakerja miliknya.

"Pastikan nomor tersebut aktif dan jangan mengganti nomor HP.Hati-hati dengan situs palsu! Daftar hanya di situs resmi www.prakerja.go.id," para pendaftar dingatkan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, program kartu prakerja semester I-2021 ini masih sama yakni metode semibantuan sosial.

Di mana pemerintah memberikan besaran pelatihan sebesar Rp1 juta. Kemudian insentif pascapelatihan Rp600.000 setiap bulannya selama 4 bulan dengan total insentif pascapelatihan sebesar 2,4 juta.

Pemerintah juga memberikan insentif pasca survei Rp50.000 setiap 1 kali survei, dan survei dilakukan 3 kali dan total insentif survei sebesar Rp150.000.

Adapun untuk target peserta Program Kartu Prakerja 2021 adalah 2,7 juta sampai dengan semester I-2021 degan anggaran mencapai Rp10 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓