Indikator Ekonomi Indonesia Kian Membaik, Jokowi Senang

Oleh Liputan6.com pada 25 Feb 2021, 19:55 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 20:00 WIB
Senyum Jokowi-Ma'ruf Usai Dilantik Jadi Presiden dan Wakil Presiden
Perbesar
Joko Widodo atau Jokowi (kanan) dan Ma'ruf Amin (kiri) memberi keterangan usai dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Ma'ruf Amin terlihat senyum semringah usai pelantikan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar arus kredit perbankan swasta harus tetap berjalan dengan penuh kehati-hatian. Hal tersebut dalam rangka mendorong pemulihan perekonomian di Indonesia.

"Dalam rangka mendorong pergerakan perekonomian di sektor swasta kredit perbankan harus tetap dikucurkan dengan penuh kehati-hatian dan tetap menjaga kesehatan bank," diacara CNBC Indonesia Economic Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Jokowi pun senang mendapatkan kabar bahwa laporan rasiokewajiban penyediaan modal minimum masih di angka 23,78 persen. Sehingga bisa menyediakan cadangan yang memadai jika ada peningkatan kredit yang berisiko.

"saya juga memperoleh laporan cadangan devisa di bank Indonesia saat ini sebesar 135 miliar dolar. Lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan utang luar negeri dan impor satu tahun," ungkapnya.

"Rupiah pun cukup stabil, pasar modal masih atraktif dengan total kapitalisasi pasar 6.970 T dan jumlah investor lokal tumbuh pesat hingga 4 juta investor ritel," tambah Jokowi.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Ekspor Lebih Tinggi

Lamar Selvi untuk Gibran, Jokowi dan Keluarga Jalan Kaki
Perbesar
Presiden Joko Widodo memperlihatkan senyumnya saat tiba di kediaman calon mempelai wanita, Selvi Ananda, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2015). Jokowi bersama keluarga akan melakukan lamaran kepada keluarga Selvi Ananda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu dia mengungkit pertumbuhan ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Sehingga kata Jokowi terdapat surplus neraca perdagagan pada 2020 yaitu 21,74 miliar dolar. Padahal kata dia pada 2019 mengalami defisit 3,59 miliar dolar.

"Bahkan realisasi investasi PMA dan PMDN lampaui target hingga 101,1 persen senilai 826,3 T dengan perincian 50,1 persen PMDN, dan 49,9 persen PMA. Penanaman modal diinvestasikan di luar jawa 50,5 persen, dan di jawa 49,5 persen," katanya.

Jokowi pun mengungkit saat ini investasi sudah mulai bergerak ke luar Jawa. Sehingga kata dia memiliki modalitas yang kuat untuk bangkit dan tumbuh.

"Selain itu ancang-ancang pemulhan ekonmi disiapkan melajui reformasi struktural. UU cipta kerja dan aturan turunnya sudah selesai semua disiapkan yang berikan kemudahan bagi pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓