Ekonom Bank CIMB Niaga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 di Angka 3,9 Persen

Oleh Liputan6.com pada 25 Feb 2021, 14:10 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 14:10 WIB
20161107-Ekonomi-RI-Jakarta-AY
Perbesar
Suasana gedung bertingkat nampak dari atas di kawasan Jakarta, Senin (7/11). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2016 mencapai 5,02 persen (year on year). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 akan berada di level 3,9 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari perkiraan dari pemerintah dan Bank Indonesia yang ada di kisaran 5 persen. 

"GDP ini bisa 3,9 persen di tahun 2021. Sedikit di bawah 4 persen," kata Adrian dalam diskusi online, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Melihat kondisi yang ada saat ini, Adrian memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 mencapai 0,08 persen (yoy). Angka ini naik lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 yang mengalami kontraksi -2,19 persen (yoy).

Hal ini juga didorong pembatasan mobilitas masyarakat di awal tahun hingga bulan Februari. Belum lagi bencana alam seperti banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Karena base effect ini, kuartal satu tahun ini tumbuh 0,8 persen secara tahunan, dengan pemberlakukan PSBB sampai awal Februari dan bencana alam banjir dan sebagainya," kata dia.

Adrian menilai secara umum tahun 2021 ini masih dipenuhi banyak tantangan. Setidaknya ada lima faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi nasional ada di angka 3,9 persen.

"Proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun ini kami dasarkan atas lima faktor yang mempengaruhi dinamika perekonomian 2021," kata dia.

Dia menjelaskan ada dua faktor bersifat mendukung angka pertumbuhan yang lebih tinggi yakni antara lain base effect pola konsumsi masyarakat dan prospek dorongan likuiditas lewat stimulus fiskal.

Sedangkan tiga faktor lainnya bersifat menahan prospek laju pertumbuhan ekonomi. Mulai dari terhambatnya dorongan fiskal pemerintah yang disebabkan tata kelola administratif.

Lalu, kendala mobilitas manusia yang akan merupakan konsekuensi dari berlanjutnya pandemi Covid-10 dan pengurangan belanja modal (Capex) yang masih berlanjut di tahun ini.

Berbagai kendala tersebut bisa teratasi dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung. Pemerintah juga diminta untuk mengeluarkan kebijakan yang konsisten, komprehensif, detail dan sistematis. Terpenting penanganan pandemi Covid-19 juga perlu diperhatikan.

"Salah satu upaya untuk menjaga pertumbuhan tersebut yaitu pentingnya kebijakan yang konsisten, komprehensif, mendetail, dan sistematis, termasuk dalam cara penanggulangan Covid-19,"

Dia menambahkan, berbagai kebijakan tersebut juga perlu didukung oleh semua pihak. Agar pandemi dan efeknya perlahan dapat diatasi dan ekonomi Indonesia dapat tumbuh sesuai rencana.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2021 Masih 5 Persen

FOTO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 Masih Minus
Perbesar
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, pemerintah hingga saat ini masih optimis dengan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan menyentuh 5 persen.

Hal ini, lanjutnya, didorong oleh upaya pemulihan ekonomi nasional yang sudah berada dalam jalur yang benar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, berbagai sektor di capital market, lanjutnya, sudah lebih baik dibandingkan awal tahun 2020, sehingga ini menambah keyakinan perekonomian Indonesia akan menunjukkan hasil positif.

"Lembaga-lembaga dunia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif 4,4-4,8 persen. Tentu pemerintah akan tetap menargetkan 5 persen,” ucap Airlangga seperti dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (23/2/2021).

Untuk itu, Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, seluruh elemen bangsa diimbau untuk bersama-sama membangun harapan, menyuarakan optimisme, dan berhasil menangani krisis kesehatan dan krisis ekonomi, juga meraih banyak lompatan kemajuan.

"Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi membaik di tahun 2021," tuturnya.

"Pemerintah fokus bekerja, kita jangan lupa berdoa. Tetap menjaga kesehatan dan selalu disiplin dalam 3M," pungkas Airlangga.

Sebelumnya, Airlangga memaparkan di tengah pandemi saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil menduduki peringkat empat setelah China, Vietnam, dan Korea Selatan. 

“Di tengah pandemi, investasi di Indonesia tetap meningkat sebesar Rp 826,3 triliun,” katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓