Kemenkeu Jual Sukuk Ritel SR014 Imbal Hasil 5,47 Persen, Simak Rinciannya

Oleh Liputan6.com pada 25 Feb 2021, 09:29 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 09:29 WIB
Pembelian Sukuk Tabungan ST006
Perbesar
Pekerja melihat informasi mengenai Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui website Kemenkeu di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Pemerintah menerbitkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir tahun 2019 secara daring, yakni Sukuk Tabungan (ST) seri ST006. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jenis Sukuk Ritel seri SR014 mulai Jumat, 26 Februari 2021. Adapun tingkat imbal hasil yang ditawarkan sebesar 5,47 persen.

Berdasarkan informasi yang diberikan DJPRR, penerbitan Sukuk Ritel SR015 ini akan dialokasikan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya untuk pendanaan proyek infrastruktur.

"Tujuan penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR014 adalah membantu membiayai APBN, termasuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia dan memperluas basis investor dalam negeri," tulis DJPRR, Kamis (25/2/2021).

Penjualan SR014 ditawarkan kepada investor individu secara online (e-SBN), dengan nominal minimum pemesanan per unit Rp 1 juta. Maksimum pemesanan bisa dilakukan hingga Rp 3 miliar.

Masa penawaran Sukuk Ritel seri ini dibuka selama 20 hari, sejak 26 Februari 2021 pukul 09.00 WIB hingga 17 Maret 2021 pukul 10.00 WIB.

Sebagai seri tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable), SR014 memiliki underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN), dan proyek kegiatan kementerian/lembaga pada APBN 2021.

Pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 10 April 2021. Sementara perdagangan di pasar sekunder (tradable) mulai bisa dilakukan sejak 11 Juni 2021, atau setelah berakhirnya minimum holding period.

2 dari 3 halaman

Permintaan Sukuk Ritel SR013 di Bank Mandiri Sentuh Rp 1,35 Triliun

sukuk-ritel-2-130208b.jpg
Perbesar
Ilustrasi sukuk.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk berharap dapat memenuhi target penjualan surat berharga negara (SBN) yaitu sukuk ritel seri SR013 sebelum batas waktu masa penawaran 23 September 2020. Target itu dipatok mengingat respons nasabah yang positif atas obligasi negara tersebut.

Hingga 18 September 2020, permintaan SR013 yang telah diterima Bank Mandiri sebagai salah satu agen penjual telah mencapai Rp 1,35 triliun.

"Dengan masa penawaran yang masih sekitar satu pekan lagi, kami cukup optimistis akan dapat memenuhi target kami sebesar Rp 1,52 triliun," kata Senior Vice President Wealth Management Bank Mandiri Elina Wirjakusuma, Senin (21/9/2020).

Elina memperkirakan, tingginya antusiasme nasabah pada produk ini memang didorong oleh tingkat kupon yang ditawarkan masih relatif menguntungkan, yakni setara dengan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 6 tahun yaitu FR-56.

Sebagai catatan, tingkat suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate saat ini berada di tingkat 4 persen, sementara tingkat bunga penjaminan LPS sebesar 5,25 persen.

Dijelaskan Elina, dalam penjualan SR013 ini, Bank Mandiri menerapkan strategi pemasaran melalui media komunikasi online seperti penyediaan influencer, digital marketing, digital flyer/poster, video edukasi dan media komunikasi lainnya seperti website maupun billboard.

"Kami juga menyediakan benefit lain berupa cash back bagi nasabah baru atau new to investment," ujar dia. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓