Rupiah Berpeluang Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Oleh Athika Rahma pada 24 Feb 2021, 10:24 WIB
Diperbarui 24 Feb 2021, 10:24 WIB
Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Rupiah berpeluang menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi AS

Mengutip Bloomberg, Rabu (24/2/2021), rupiah dibuka di level 14.072 per dolar AS, menguat jika dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di angka 14.092 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah berada di 14.088 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.072 per dolar AS hingga 14.088 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 0,27 persen.

Sedangkan Berdasarkan Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.089 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.126 per dolar AS.

"Rupiah berpotensi menguat lagi hari ini terhadap dolar AS seiring dengan terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikuutip dari Antara, Rabu (24/2/2021).

Pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell semalam bahwa target inflasi masih jauh, telah menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi di AS yang mendorong penguatan imbal hasil obligasi.

2 dari 3 halaman

Prediksi Rupiah

Rupiah-Melemah-Tipis-Atas-Dolar
Perbesar
Petugas Bank tengah menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Selasa pekan ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rencana stimulus fiskal besar AS yang akan dirilis di pertengahan Maret, lanjut Ariston, juga membantu penguatan nilai tukar terhadap dolar AS.

"Selain itu, tren penurunan kasus baru COVID-19 dan kemajuan program vaksinasi di dunia maupun di Indonesia, juga meningkatkan optimisme pasar," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.120 per dolar AS.

Pada Selasa (20/2) lalu, rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.093 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.118 per dolar AS.      

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓