Sri Mulyani Ingatkan Jangan Sampai Ada Korupsi di Proyek KPBU SPAM Jatiluhur

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 19 Feb 2021, 16:50 WIB
Diperbarui 19 Feb 2021, 16:50 WIB
Bersama KPK, 3 Menteri Diskusi Bareng Lawan Korupsi
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara ‘KPK Mendengar’ di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12/2019). KPK menggelar peringatan Hakordia 2019 dengan tema “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus memantau pelaksanaan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), seperti pada proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Regional Jatiluhur I yang telah ditandatangani pada Jumat, 19 Februari 2021.

Sri Mulyani mengatakan, proyek SPAM merupakan salah satu ikhtiar proyek infrastruktur yang sangat-sangat penting dan prioritas untuk kebutuhan masyarakat. Dia pun yakin, benefit yang akan didapat setelah proyek selesai bakal jauh lebih besar dari ongkos pembangunan.

"Kalau dilihat dari manfaat sosial dan ekonominya ini jelas luar biasa sangat besar. Dihitung internal rate of return versus economic and social rate of return pasti jauh lebih tinggi dari biaya proyek yang dikeluarkan," kata Sri Mulyani, Jumat (19/2/2021).

Dengan catatan, ia menegaskan, pelaksanaan proyek SPAM ini bisa dijaga tata kelolanya, disiplin pengerjaannya, terutama bebas dari tindak korupsi.

"Apalagi biaya proyek yang tadi telah dilaporkan bisa dijaga tata kelolanya, bisa dijaga disiplinnya, tidak ada korupsi. Pasti saya sangat yakin bahwa biaya yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibandingkan manfaatnya bagi masyarakat," tuturnya.

Sehingga jika berbicara pengeluaran pembiayaan dari proyek SPAM ini, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah tidak ada yang mempertanyakan bahwa itu visibel atau tidak.

"Bahkan kalau dibiayai dengan utang, karena kita memahami bahwa benefitnya sangat besar," tegas Sri Mulyani.

"Tapi tentu kita juga tahu bahwa tata kelola di dalam merencanakan, melaksanakan dan menyelesaikan proyek ini sangat-sangat penting, sehingga tidak terjadi lagi mark up dan tidak terjadi delay atau penundaan," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Kementerian PUPR Tunjuk Konsorsium WIKA Garap Proyek SPAM Jatiluhur Senilai Rp 1,7 T

20160701-Waduk Jatiluhur - Purwakarta- Immanuel Antonius
Perbesar
Waduk Jatiluhur yang dikelilingi bukit ini mampu memproduksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, Jawa Barat, Jumat (1/7). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I. Penandatanganan ini merupakan proyek KPBU pertama untuk SPAM regional yang menjadi kewenangan pusat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, proyek SPAM Regional Jatiluhur I akan menyediakan air minum curah sebesar 4.750 liter per detik kepada 4 wilayah. Diantaraya untuk distribusi Provinsi DKI Jakarta sebesar 4.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 300 liter per detik, Kabupaten Bekasi 100 liter per detik dan Kabupaten Karawang 350 liter per detik.

 

"Ini masih sangat kurang bagi Jakarta namun ini ada sumbangan yang tidak sedikit untuk melayani Warga Jakarta tentang air bersih dan juga melalui perpipaan dari Bekasi di Sentra Timur. Ini menjamin kualitas air yang lebih baik," kata dia dalam penandatanganan kerjasama KPBU SPAM Regional Jatiluhur, Jumat (19/2/2021).

Nilai total investasi dari proyek KPBU ini sebesar Rp 1,7 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun. Di mana terdiri dari dua setengah tahun masa konstruksi dan 27 setengah tahun masa operasi.Sementara modalitas kerja sama proyek ini menggunakan design build operate Finance maintenance dan transfer.

Proyek ini menggunakan skema unsolicited dengan pemrakarsa konsorsium PT Jaya konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Persero Tbk, dan PT Tirta Gemah Ripah.

Proyek ini telah melalui proses pelelangan yang dilaksanakan oleh panitia pengadaan badan usaha pelaksana SPAM regional yang dimulai dengan tahapan pra kualifikasi pada Februari 2020. Kemudian diterbitkan surat penetapan pemenang lelang atau letter of the board kepada konsorsium pemrakarsa sebagai pemenang lelang pada tanggal 20 November 2020.

Tindak lanjut dari penetapan pemenang konsorsium pemenang lelang PT Jaya konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Persero TBk, dan PT Tirta Gemah Ripah selanjutnya membentuk badan usaha pelaksana atau BUP yaitu PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur.

"Memperhatikan jadwal proyek yang ada target dimulainya konstruksi adalah kuartal III tahun 2021 dan direncanakan untuk beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓