Ini Cara Pelaku Usaha Indonesia Bisa Tembus Pasar Inggris

Oleh Andina Librianty pada 18 Feb 2021, 20:50 WIB
Diperbarui 18 Feb 2021, 20:50 WIB
Kinerja Ekspor dan Impor RI
Perbesar
Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). Ekspor dan impor masing-masing anjlok 18,82 persen dan ‎27,26 persen pada momen puasa dan Lebaran pada bulan keenam ini dibanding Mei 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memiliki modal besar untuk bisa meningkatkan ekspor kopi, teh, dan kakao ke Inggris. Namun, memang ada sejumlah persyaratan atau persiapan agar bisa menembus pasar Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Atase Perdagangan KBRI London, Rizalu Akbar. Menurutnya, salah satu persyaratan penting yaitu labelling requirements.

Persyaratan tersebut artinya, pemilik saua harus serinci mungkin menginformasikan tentang apa yang ada di dalam produknya. Selain itu, juga ada persyaratan mengenai kemasan tertentu yang harus dipenuhi sebelum masuk ke pasar Inggris.

Dari sisi keamanan makanan pun harus dipenuhi. Sebaiknya, kata Rizalu, pelaku usaha memastikan tidak ada kandungan pestisida di dalam produknya karena berpotensi tidak akan bisa masuk ke pasar Inggris.

"Terkait keamanan produk juga sangat penting untuk kesehatan. Kesehatan merupakan hal penting di Inggris, sehingga ada beberapa kandungan yang tidak diperbolehkan," tutur Rizalu dalam webinar dengan Kementerian Perdagangan pada Kamis (18/2/2021).

Selama bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka peluang memasuki pasar Inggris terbuka lebar.

"Selama bisa memenuhi persyaratan, seperti labelling, packaging, keamanan makanan, ada sertifikat untuk produk organik misalnya, juga ISO, itu bisa menjadi beberapa bekal kita masuk pasar Inggris," sambungnya.

 

2 dari 3 halaman

Peluang Besar

Kinerja Kerja Ekspor dan Impor Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Agustus 2019 menurun. Total ekspor Indonesia mencapai US$ 14,28 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Peluang Indonesia untuk menumbuhkan ekspor pun juga masih besar, mengingat saat ini persentasenya masih kecil. Ia mengatakan, ekspor kopi tujuan Inggris pada 2020 senilai USD 39 juta, atau 4,8 persen dari total ekspor kopi Indonesia.

Ekspor teh ke Inggris pada tahun yang sama sebesar USD 1,07 juta, atau hanya 1,11 persen dari total ekspor teh Indonesia. Sementara ekspor tujuan Inggris pada 2020 senilai USD 51 ribu, hanya 0,004 persen dari total ekspor kakao Indonesia pada 2020.

Konsumsi teh di Inggris sangat besar, mencapai 165 juta cangkir teh per hari dengan konsumen tertinggi berusia 35 - 44 tahun. Selain itu, Inggris merupakan negara konsumen coklat terbesar di dunia.

Saat ini, specialty coffee sedang booming di Inggris, dan negara tersebut merupakan pasar terbesar kopi kelima di wilayah Eropa.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓