Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 18 Feb 2021, 11:13 WIB
Diperbarui 18 Feb 2021, 11:16 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini. Namun, rupiah punya potensi untuk menguat.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/2/2021), rupiah dibuka sama dengan penutupan hari sebelumnya, yaitu di angka 14.020 per dolar. Menjelang siang, rupiah melemah ke 14.037 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.020 per dolar AS hingga 14.037 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 0,09 persen.

Sedangkan Berdasarkan Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.059 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.019 per dolar AS.

"Rupiah berpotensi menguat hari ini terhadap dolar AS seiring dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai terkoreksi," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Ariston menuturkan sikap The Fed yang tertulis dalam notula rapat terakhir pada Januari yang dirilis dinihari tadi, menunjukkan dukungan terhadap kebijakan pelonggaran moneter. Hal tersebut bisa mendukung pelemahan dolar AS hari ini.

Di sisi lain, lanjut Ariston, pasar masih mewaspadai pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang masih di level tinggi.

"Kenaikan yield bisa mendorong penguatan dolar AS lagi dan menekan rupiah," ujar Ariston.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Pergerakan Rupiah

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.950 per dolar AS hingga Rp14.050 per dolar AS.

Pada Rabu (18/2) lalu, rupiah ditutup melemah 90 poin atau 0,65 persen ke posisi Rp14.020 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp13.930 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓