Mendag Lutfi Ajak Menteri Teten Buka-bukaan Soal Masalah UMKM

Oleh Liputan6.com pada 17 Feb 2021, 13:29 WIB
Diperbarui 17 Feb 2021, 13:29 WIB
Muhammad Lutfi
Perbesar
Muhammad Lutfi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian/lembaga (k/l) hingga asosiasi terkait untuk mendukung UMKM go ekspor. Sebab, melalui kolaborasi ini dinilai akan mempercepat proses pengambilan solusi.

"Mas Benny, Pak Dirjen (Kasan) saya minta maaf, minggu depan kita harus duduk sama-sama. Kalau Pak Menteri (Teten Masduki) kosong saya juga nggak keberatan rapatnya di tempat Pak Menteri. Supaya kita duduk, kita bongkar gituloh, supaya kita (cepet) kerjakan," kata dia dalam webinar bertajuk 500K Eksportir Baru di 2030, Rabu (17/2/2021).

Mendag Lutfi mengungkapkan, melalui kolaborasi, solusi yang diambil untuk mendorong sebanyak mungkin UMKM go ekspor bisa lebih efektif. Menyusul solusi yang diambil telah mempersatukan berbagai kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing k/l hingga asosiasi yang selama ini terpisah.

"Saya yakin 100 persen ini di tempatnya pak Teten untuk pengusahanya. Sedangkan programnya, softwarenya, isinya ada di tempat saya. Jadi, Saya ingin sama-sama pak Teten kita ingin kembangkan dengan apa yang saya punya di kementerian saya, kita kolaborasi dengan asosiasi," tegasnya.

Selain itu, adanya kolaborasi ini diyakini akan menghasilkan solusi yang lebih update dengan perkembangan pasar internasional. Walhasil, produk ekspor UMKM menjadi lebih berdaya saing di pasar dunia.

"Nantinya, program-program ini langsung bisa dinikmati oleh masing-masing calon pengusaha anak-anak mudah kita, supaya mereka bukan hanya bisa bersaing tetapi juga bisa berkolaborasi. Jadi, ini tujuan utamanya," tutupnya.

Sulaeman

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Mendag Sebut Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Dihadapan DPR, Mendag dan BKPM Bahas Pelaksanaan Investasi di Masa Pandemi
Perbesar
Mendag Muhammad Lutfi hadir pada rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat kerja ini membahas realisasi anggaran tahun 2020, rencana kegiatan dan anggaran sesuai daftar isian pelaksanaan anggaranTahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pandemi Virus Corona memukul hampir seluruh sektor ekonomi dan UMKM menjadi pihak yang terpukul paling telak.

Hal tersebut terlihat dari menurunnya daya beli masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM.

"Bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi perlu menjadi perhatian semua pihak. Seperti yang disampaikan oleh Presiden kita harus memanfaatkan krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 menjadi lompatan kesempatan," ujar Lutfi dalam acara Tetap Melaju Bersama Gojek, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Lutfi mengatakan, saat ini banyak konsumen yang beralih melalui platform online. Oleh karena itu, pemanfaatan perdagangan online adalah solusi aplikatif yang dapat diadopsi di masa pandemi.

UMKM yang merupakan tulang punggung Indonesia, mengarah ke digital merupakan solusi membantu UMKM.

"Tidak hanya beradaptasi tetapi juga mengembangkan usahanya ditengah tantangan ekonomi yang terdampak pandemi. Oleh sebab itu, kehadiran karya anak bangsa yang dapat mendorong pengutamaan produk dalam negeri dan memberikan ruang bagi produk RI menjadi salah satu faktor penting bagi penguatan kapasitas dan pemberdayaan UMKM di Indonesia," jelas Mendag.

Lutfi melanjutkan, upaya menguatan kapasitas UMKM tidak akan berjalan lancar tanpa kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak terkait.

Untuk itu, pemerintah saat ini melakukan berbagai program lintas sektor dan bekerjasama dengan swasta untuk menjaga komitmen perdagangan terus berjalan.

"Salah satunya mendorong transaksi melalui platform online. Salah satu program pemerintah tersebut adalah program bangga buatan Indonesia yang diluncurkan pada 14 mei 2020 dan mencatat hasil menggembirakan 3,2 juta UMKM telah terdaftar pada 15 November 2020. Program seperti ini perlu dikembangkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk Indonesia," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓