Cegah Banjir, Bogor Bangun Drainase Vertikal di Wilayah Rawan Genangan Air

Oleh Liputan6.com pada 16 Feb 2021, 10:45 WIB
Diperbarui 16 Feb 2021, 11:15 WIB
Pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 Km yang termasuk dalam cakupan program Padat Karya Tunai (PKT). (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 Km yang termasuk dalam cakupan program Padat Karya Tunai (PKT). (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Saat hujan tiba beberapa wilayah kerap dilanda oleh genangan air ketika masuk musim hujan. Genangan air ini disebabkan oleh karena kurang tersedianya drainase, atau tempat saluran air mengalir.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bogor telah menyiapkan pembangunan drainase vertikal di sejumlah titik daerah rawan genangan.

Drainase vertikal merupakan saluran air yang dibangun untuk mengalirkan air hujan secara vertikal dari permukaan ke dalam tanah.

“Drainase ini terdiri dari 2 katup mainhole penangkap air hujan dan alat modulur tank rainsave sebagai tampungan yang dirakit, disusun, dan dilapisi kain geotextil serta beralaskan pasir dan kerikil yang ditanam memanjang di dalam tanah,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, R. Soebiantoro dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).

Lalu bagaimana cara kerja drainase vertikal?

Dia menjelaskan, fungsi drainase vertikal menampung air hujan agar tidak semua mengalir ke selokan dan sungai, menyerap air hujan sehingga bisa terserap oleh tanah secara cepat, mencegah musibah banjir di Kabupaten Bogor, mencegah kekeringan di musim kemarau.

Drainase vertikal atau sumur resapan memiliki kedalaman hingga 2 meter dari pipa kontrol sampai dasar alat rainsave dengan panjang permukaan mencapai 3,5 meter . Air kemudian mengalir melalui 2 katup mainhole penangkap air hujan dengan kedalaman 1 meter.

Air yang berada di masing-masing katup mainhole selanjutnya akan dialirkan melalui pipa menuju alat rainsave sebagai tampungan air hujan.

Pada dasar katup mainhole dan tampungan alat rainsave terdapat pasir dan kerikil dengan masing-masing tebal 10 cm yang berfungsi untuk membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

"Dengan adanya bantuan drainase vertikal dari Dinas PUPR , kini masalah genangan yang terjadi di Kabupaten Bogor sudah dapat teratasi.  Warga bisa beraktifitas dengan tenang tanpa khawatir rumahnya dilanda genangan saat hujan tiba, “ jelasnya lagi.

2 dari 3 halaman

Pemasangan Drainase

Pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 Km yang termasuk dalam cakupan program Padat Karya Tunai (PKT). (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 Km yang termasuk dalam cakupan program Padat Karya Tunai (PKT). (Dok Kementerian PUPR)

Sejak tahun 2017 hingga 2020 Dinas PUPR Kabupaten Bogor telah memasang drainase vertikal di 1077 titik genangan yang ada.

Sebarannya, tahun 2017 di 150 titik, tahun 2018 di 127 titik, tahun 2019 di 290 titik dan tahun 2020 di 510 titik. Total dinas PUPR Kabupaten Bandung telah membangun  drainase vertikal di 1077 titik di berbagai wilayah.

“Pembangunan drainase vertikal merupakan solusi efektif untuk mengatasi genangan dan mengurangi dampak terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Bogor yang merupakan hulu dari berbagai sungai ,” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓