Pahami 2 Hal Ini Agar Investasi Cuan

Oleh Liputan6.com pada 10 Feb 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 14:01 WIB
Reksadana
Perbesar
Ilustrasi Investasi Uang Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Investasi menjadi kunci penting dalam mengamankan masa depan yang lebih baik. Semakin banyak investasi, semakin menjamin masa depan jauh dari masalah keuangan. Apalagi jika investasi yang dimiliki terletak dalam beragam instrumen.

Namun, ada dua hal yang harus dipahami agar investasi dapat mendatangkan cuan. Bagi pemula, kedua hal ini harus dipahami dengan baik supaya mampu terhindar dari berbagai resiko yang ada.

Investment Story Teller Felicia Putri Tjiasaka mengatakan, kedua hal yang harus diketahui oleh investor pemula adalah tujuan investasi dan karakter diri sendiri. Untuk tujuan, setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam berinvestasi.

"Untuk berinvestasi ada dua yang harus dipahami. Pertama, make sure tujuan. Investasi itu cuma kendaraan bukan tujuan. Yang penting tujuannya tercapai investasinya terserah," ujar Felicia dalam diskusi ORI19, Jakarta, Rabu (10/2).

Kedua, mengetahui karakter diri. Ketika investasi saham atau kripto sedang meledak investor pemula tidak boleh gamang. Maksudnya, setiap investasi yang dipilih harus sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan diri.

"Haruda sesuai dengan tujuan kita, semakin panjang investasi semakin berisiko tidak papa. Sama kedua, tujuan harus diikuti oleh tahu karakter diri. Jangan semua heboh saham kita ikut ke saham. Pilih sesuai karakter diri sendiri," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Diversifikasi Investasi

7 Keuntungan Investasi Reksa Dana yang Belum Banyak Diketahui Orang
Perbesar
Bagi Anda yang seorang pemula dalam dunia investasi, Reksa Dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi terbaik

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio SUN Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani mengatakan, seorang investor harus melakukan diversifikasi investasi apabila memiliki banyak dana. Tujuannya agar cuan yang didapat lebih banyak.

"Melakukan divesifikasi investasi. Misalnya satu obligasi pemerintah, satu lagi obligasi korporat. Satu saham blue chip dan satu di luar itu. Atau membeli saham dengan return pendek dan jangka panjang," jelasnya.

Sebelumnya berinvestasi, kata Novi, investor harus memahami betul jenis investasi yang dipilih. Termasuk resiko yang akan timbul ke depan.

"Pertama meminimalkan risiko investasi misalnya bitcoin. Jika suatu saat harga nya jatuh uangnya hilang sehingga perlu diversifikasi. Jadi bisa ditambah government bonds. Dua memaksimalkan benefit. Misalnya beli yang bonds jangka panjang," tandasnya.

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓