Literasi Rendah, Wakaf Uang di Indonesia Tak Berkembang

Oleh Tira Santia pada 09 Feb 2021, 15:09 WIB
Diperbarui 09 Feb 2021, 15:09 WIB
Pengertian Wakaf
Perbesar
Ilustrasi Harta Waqaf Credit: unsplash.com/Miechelle

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan wakaf uang di Indonesia belum optimal. Hal itu disebabkan rendahnya literasi Nazhir mengenai pengelolaan wakaf uang.

Padahal Kepala Divisi Dana Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Urip Budiarto mengatakan, potensi wakaf uang di Indonesia ini sangat besar. Lantaran Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

“Kalau bicara wakaf uang ini masih memiliki tantangan besar kalau kita bicara potensi menurut BWI (Badan Wakaf Indonesia) potensinya Rp 180 triliun, kemudian berdasarkan beberapa penelitian juga disebutkan potensinya antara Rp 3 triliun sampai Rp 11 triliun, ada juga yang sebut Rp 120 triliun,” kata Urip dalam Gerakan Nasional Wakaf Uang: Antara Cita-Cita dan Realita, Selasa (9/2/2021).

Selain itu, Urip menyebut ada tantangan lainnya yang dihadapi wakaf uang, yakni terkait konsolidasi data. Berdasarkan data dari BWI, pengumpulan wakaf berupa uang yang dikelola oleh 92 nazhir dari 264 lembaga yang terdaftar di BWI baru mencapai Rp 819,36 miliar.

“Di mana Rp 580,53 miliar itu melalui wakaf melalui uang atau project based. Ini project based yang dikelola oleh nazhir wakaf di lapangan dan juga wakaf uang. Uangnya sebagai harta wakaf, padahal infrastruktur pendukungnya sudah ada 23 bank syariah yang menjadi LKS PWU,” katanya.

Dilihat dari akumulasi wakaf uang yang masih diangka Rp 819,36 miliar, KNEKS menilai ini disebabkan literasi mengenai wakaf masih rendah. Urip meluruskan, bahwa wakaf uang yang menjadi project based itu, sebenarnya bukan project based pemerintah.

“Tetapi dana wakaf dikelola oleh nazhir kemudian menjadi project-project seperti rumah sakit, kolam lele, perkebunan dan seterusnya,” ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Fokus 4 Aspek

Dasar Hukum Wakaf
Perbesar
Ilustrasi Al Qur’an Credit: unsplash.com/AfiqF

Dengan begitu, KNEKS memfokuskan 4 aspek dalam pengelolaan wakaf uang agar bisa dikelola dengan baik. Pertama, KNEKS akan meningkatkan pemanfaatan teknologi serta optimalisasi riset-riset dalam bidang wakaf.

Kedua, mengoptimalkan regulasi kelembagaan wakaf agar lebih up to date, sehingga bisa lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Ketiga, merevitalisasi BWI agar kinerjanya lebih optimal dalam mengelola wakaf yang luar biasa besar.

“Keempat, bagaimana meningkatkan kompetensi Nazhir, Kita paham Nazhir itu umumnya masih berangkat dari ranah sosial. Sehingga tidak banyak nazhir yang punya kompetensi manajemen ataupun pengelolaan bisnis,” sebutnya.

Oleh karena itu, dengan memfokuskan empat aspek tersebut KNEKS optimis wakaf uang di Indonesia akan berjalan dengan baik dan bisa memenuhi target dari BWI.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓