Mentan Syahrul: Food Estate Pulang Pisau Mulai Panen Pekan Depan

Oleh Liputan6.com pada 09 Feb 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 09 Feb 2021, 11:35 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Penyuluh Siap All Out Dukung Food Estate di Kalteng
Perbesar
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau lokasi lahan rawa pengembangan food estate atau lumbung pangan dan saluran primer induk UPT A5 di Kapuas, Kalimantan Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan food estate yang berada di kawasan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah mulai panen sekitar pekan depan.

“Dari yang sedang direncanakan, kami optimistis bisa melaksanakan panen dengan baik,” ungkap Syahrul saat menghadiri Rapat Kerja DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (08/02/2021) siang.

Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah direncanakan seluas 30.000 hektare. Khusus untuk Kabupaten Pulang Pisau, areal yang sudah ada seluas 10.000 hektare. Hingga saat ini telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 hektare, dan yang sudah ditanam seluas 8.838 hektare.

Syahrul menyebutkan food estate di Kalimantan Tengah memang berbeda dengan kawasan lain seperti Aceh maupun Jawa. Mayoritas kawasan food estate berupa lahan rawa sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaannya. Tapi Syahrul membantah jika program ini disebut gagal. “Mana bisa disebut gagal kalau panen saja baru mau dimulai,” tegasnya.

Di depan anggota Komisi IV DPR RI, Syahrul berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan food estate sebagai upaya memenuhi cadangan pangan nasional. Food and Agriculture Organization (FAO) pada awal pandemi mengingatkan potensi krisis pangan yang bisa melanda dunia.

“Kita memang akan terus melakukan tambahan-tambahan untuk terus membenahi apa yang ada di sana. Food estate bisa menjadi jawaban sehingga cadangan kita bisa terpenuhi,” sebut Syahrul.

Food estate yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bersama sejumlah kementerian/lembaga lain berbasis korporasi pertanian. Dengan konsep ini, pemerintah bisa lebih mudah memfasilitasi bantuan pembiayaan maupun memasifkan mekanisasi.

“Kalau kita korporasikan, kita bisa melakukan intervensi KUR (kredit usaha rakyat.red). Di sini tidak single commodity, tapi kita juga bawa komoditas perkebunan dan hortikultura,” ungkap Syahrul.

2 dari 3 halaman

Mentan Bantah Program Food Estate Gagal

Pertanian
Perbesar
Para petani di area Food Estate Blok A, Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah siap menggelar panen raya. Kementan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan program pembangunan lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) berjalan sesuai dengan rencana. Dirinya membantah jika program tersebut gagal dan tidak menghasilkan panen sesuai perhitungan.

Menurutnya, food estate di Kalteng memiliki perbedaan dari sisi geografis dibandingkan food estate di daerah lain.

"Maaf, food estate Kalteng itu tidak seperti di Aceh, di Jawa, tidak seperti yang kita lihat. Di sana itu rawa 1,5 meter, 50 cm paling dikit airnya, air dengan pH kuning yang asamnya tinggi. Kalau traktor roda 4 diterjunkan akan tenggelam," kata Syahrul dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (8/2/2021).

Mentan bilang, lahan food estate berhasil digarap meskipun ada beberapa hektare yang panennya tidak optimal gara-gara gangguan seperti hama dan faktor cuaca.

"Dari 30 ribu (hektare) kita berhasil, ayo turun, mana yang tidak berhasil? Tentu ada lah, 10, 20 hektare yang bermasalah karena ada tikus, hama dan air yang naik. Air tinggi kalau nggak dipotong (dipanen) sekarang, dia akan kehilangan hasil totally," jelas Syahrul.

Mentan protes jika lumbung pangan Kalteng disebut gagal karena panennya saja baru dimulai. Dirinya juga meminta anggota DPR Komisi IV untuk bersabar menunggu hasil panennya.

"Bagaimana gagal sementara panen baru mau mulai di Pulang Pisau. Beberapa belum (panen). Saya mohon kasih saya waktu untuk membenahi ini," katanya.

"Secara umum food estate saya kira baru mulai, baru 215 hektare dan itu hasilnya cukup bagus. Tahun ini kami masuk 1.000 hektare," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan, terdapat laporan food estate di Kalimantan Tengah mengeluhkan hasil panen yang hanya 2-3 ton per hektare.

"Di beberapa media, beberapa waktu lalu, petani mengeluh karena food estate panennya cuma 2-3 ton. Saya sampaikan, katakanlah, kalau Kalimantan Tengah produksinya sukses, misalnya 1 hektare (menghasilkan) 5 ton. Terdapat berapa juta ton gabah atau padi, mau di bawa kemana?" katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓