Susul Bali, KKP dan BI Bangun Kebun Karang di Lombok

Oleh Andina Librianty pada 09 Feb 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 09 Feb 2021, 10:15 WIB
Pink Beach
Perbesar
Pasir pantai yang berwarna merah jambu berasal dari batuan koral yang hancur di lautan. Versi lain mengatakan, warna merah jambu berasal dari hewan mikroskopik bernama foraminifera. (Liputan6.com/ M Husni Mubarok).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bank Indonesia (BI) Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun coral garden (kebun karang) di perairan Lombok Utara, NTB. Ini merupakan sinergi dalam pemulihan pariwisata bahari dan rehabilitasi ekosistem

Coral Garden tersebut akhirnya telah diluncurkan secara resmi. Peluncuran pada 1 Februari 2021 lalu ini dilakukan oleh Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda, serta dihadiri oleh Perwakilan Kepala Cabang Bank Indonesia NTB, Kepala Balai KSDA NTB, dan beberapa pemangku kepentingan lain.

Pembangunan coral garden yang mereplikasi pembangunan Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali ini didanai oleh Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di Gili Meno, yang merupakan salah satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Pembangunan coral garden digarap oleh Penyelam NTB (KAPELA NTB) sebagai komunitas yang peduli terhadap konservasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu Tebe, mengatakan bahwa ICRG di Lombok didasari oleh hasil ICRG di Bali yang menunjukan perbaikan kondisi ekosistem dan meningkatnya kepedulian masyarakat dalam pelestarian sumberdaya laut.

“PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda 1 unit, fishdome 8 unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak 4 unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang, telah menambah atraksi baru di Gili Meno, yang sudah mulai dikunjungi penyelam,” kata Tebe seperti dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (9/2/2021).

“Penambahan atraksi baru diharapkan akan mendorong pemulihan pariwisata yang sangat lesu pada masa pandemi ini. Kegiatan seperti ini juga akan jadi contoh di tempat lain,” sambungnya.

Peluncuran coral garden bertema “Pulihkan Pariwisata dan Rehabilitasi Ekosistem” ini disambut baik oleh masyarakat Gili Meno, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sangat berharap dapat memperoleh program ini untuk rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang semakin menurun kondisinya sekaligus sebagai atraksi wisata.

Untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengawasi coral garden bersama Pokmaswas dan Pokdarwi, KKP telah memberikan bantuan sarana alat selam berikut tabung sebanyak 8 set lengkap pada 2019 kepada Kapela.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

KKP dan BI Replikasi Pembangunan Coral Garden

Drone Photography
Perbesar
Drone Photography - A Day in the Coral Garden (www.dronestagr.am)

Untuk diketahui, pasca pelaksanaan kegiatan pembangunan kebun karang (Indonesia Coral Reef Garden/ICRG) di Bali pada Oktober - Desember 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) dan Bank Indonesia (BI) melakukan replikasi ICRG di perairan Gili Meno Lombok Utara. Proses replikasi ini didukung oleh Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat (Kapela NTB).

Tema desain yang diambil adalah desain patung garuda dilengkapi struktur fishdome dan hexagonal/spider web. Hal ini juga replikasi tema yang terdapat di Nusa Dua, Bali.

 

ICRG di Bali melibatkan lebih dari 10 ribu orang dan menghasilkan struktur karang buatan lebih dari 95 Ribu unit di 5 lokasi yaitu Nusa Dua, Pandawa, Sanur, Serangan dan Buleleng.

Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu menyebutkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KKP, BI serta masyarakat setempat. Meski belum semasif di Nusa Dua, kebun karang yang dikembangkan di Lombok Utara menjadi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui Bank Indonesia Cabang NTB.

“PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda 1 unit, fishdome 8 unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak 4 unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang” ungkap Tebe dalam keterangan tertulis pada Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut, Tebe menjelaskan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, diberikan juga sarana bantuan berupa 1 unit kompresor bauer junior II dan kamera under water untuk membantu kelompok pengawasan. Ini sekaligus melengkapi bantuan yang diberikan KKP kepada Kapela NTB berupa alat selam dan tabung sebanyak 8 unit pada 2019.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda, menambahkan replikasi ICRG Bali menunjukkan bahwa ICRG membawa pesan positif bagi pelestarian ekosistem karang, atraksi wisata bahari baru dan dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di masa pandemi.

“Atraksi wisata patung garuda di Lombok Utara ini menarik banyak wisatawan untuk terlibat dalam pemeliharaan dan menjadi lokasi swafoto, sehingga menghidupkan aktivitas wisata baru di Lombok Utara” pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya