BPUI Pastikan Tak Ada Pemaksaan Restrukturisasi ke Nasabah Jiwasraya

Oleh Liputan6.com pada 08 Feb 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 08 Feb 2021, 18:15 WIB
Ilustrasi Jiwasraya
Perbesar
Ilustrasi Jiwasraya (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) tidak akan memaksa nasabah PT Jiwasraya (Persero) untuk melakukan restrukturisasi ke IFG Life. Semua kontrak restrukturisasi yang telah dilakukan atas persetujuan nasabah.

"Tidak pernah ada yang dipaksakan," kata Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea dalam dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (8/4/2021).

Sebagai informasi, BPUI merupakan perusahaan yang mendapatkan dana pemeriksaan untuk pelunasan polis nasabah Jiwasraya. Pelunasan ini dilakukan melalui Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan.

Robertus mengaku setiap minggu dirinya membahas proses resktrukturisasi polis nasabah Jiwasraya. Salah satu yang menjadi pembahasan yakni pola komunikasi dengan nasabah untuk memberikan kepastian.

Dia mengimbau para pemegang polis Jiwasraya untuk melakukan restrukturisasi ke IFG Life. Pilihan ini menjadi yang terbaik untuk mendapatkan kepastian pelunasan polis.

Terlebih, pemerintah telah memberikan modal hingga Rp 20 triliun kepada IFG melalui BPUI secara bertahap untuk menyelesaikan restrukturisasi ini.

"Ini pilihan terbaik dari pilihan lain yang secara finansial lebih merugikan pemegang polis," kata dia.

Meski begitu, Robertus menyebut pendanaan senilai Rp 20 triliun tersebut belum juga dicairkan pemerintah. Dia berharap pendanaan tersebut bisa dicairkan pemerintah pada Juni 2021 mendatang.

"Kami berharap bisa dicairkan Mei atau Juni," kata dia.

Hal ini membuat para pemegang polis Jiwasraya masih belum bisa masuk IFG Life. Namun, laporan yang diterima Robertus dari Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyebutkan proses restrukturisasi sudah berjalan dengan baik.

"Restrukturisasi ini berjalan dengan baik dengan jumlah kontrak ini sudah disetujui 50 persen," kata dia.

Sementara itu, dalam waktu 3 minggu, nasabah ritel yang bersedia melakukan restrukturisasi sebesar 21.234 nasabah. Sedangkan pemegang polis bancassurance sudah mencapai 3.959 nasabah.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

102 Ribu Pemegang Polis Jiwasraya Ikut Program Restrukturisasi

Ilustrasi Jiwasraya
Perbesar
Ilustrasi Jiwasraya (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Tim Percepatan Restruksturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melansir jumlah pemegang polis yang mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya hingga 18 Januari 2021 mencapai 102.856 peserta.

Jumlah ini terdiri dari 101.294 peserta yang berasal dari 884 perusahaan untuk pemegang polis kategori korporasi, 1.156 peserta dari pemegang polis kategori ritel, dan 406 peserta dari pemegang polis kategori bancassurance.

"Terdapat kenaikan jumlah peserta yang sangat signifikan dalam 2 pekan pasca kami mengumumkan tahapan sosialisasi di akhir Desember 2020 dan mulai mengirimkan surat penawaran program restrukturisasi pada awal Januari 2021. Capaian ini tentu saja akan menambah motivasi dan semangat kami dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," ujar R. Mahelan Prabantarikso, Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya bidang Komunikasi dan Hukum, Selasa (19/1/2021).

Mahelan menjelaskan, adanya penaikan jumlah peserta yang mengikuti program restrukturisasi tak lepas dari peran sejumlah pihak mulai dari pemerintah, regulator, otoritas hingga internal dan agen Jiwasraya yang telah menyiapkan segala perangkat teknis serta non teknis mengenai pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya.

Tak lupa, ia pun mengapresiasi respon seluruh pemegang polis baik itu yang telah berkenan mengikuti program penyelamatan polis, hingga para nasabah yang saat ini dalam antrian sosialisasi dan penawaran program restrukturisasi polis.

"Secara khusus Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pengertian dari seluruh para pemegang polis Jiwasraya yang berkenan mengikuti program penyelamatan polis. Karena bagaimana pun juga, para pemegang polis-lah yang menjadi salah satu faktor utama dari upaya penyelamatan polis ini," tutur Mahelan yang juga Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terus Sosialisasi

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya, Fabiola Sondakh mengatakan demi mempercepat dan menyukseskan pelaksaan program restrukturisasi polis Jiwasraya, pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 1.094 agen dan ratusan pegawai yang tersebar di kantor pusat dan wilayah.

Adapun tugas mereka untuk melakukan sosialisasi program restrukturisasi. Fabiola pun optimistis program restrukturisasi ini akan diikuti oleh seluruh pemegang polis.

"Semoga kerja keras ini dapat dipahami sebagai tanggungjawab dan komitmen kami sebagai manajemen baru dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. Upaya ini adalah upaya terbaik yang saat ini dapat kami berikan kepada seluruh pemegang polis," kata Fabiola yang juga Direktur Pemasaran Ritel Jiwasraya.

Seperti diketahui, dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan dana mencapai Rp 22 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk mendirikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life. Tak hanya itu, terdapat tambahan modal senilai Rp 4,7 triliun yang berasal setoran dividen IFG yang nantinya akan diberikan kepada IFG Life.

Selain melanjutkan manfaat atas polis eks Jiwasraya yang telah direstrukturisasi, dana tersebut juga akan digunakan oleh IFG Life sebagai modal untuk menyasar bisnis di sektor asuransi sesehatan, jiwa dan pengelolaan dana pensiun. IFG Life sendiri diyakini akan menjadi perusahaan asuransi terbesar lantaran memiliki target pemegang polis yang berasal dari ekosistem BUMN dan masyarakat umum. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓