Dirut Pegadaian: Tak Ada yang Rugi dalam Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro

Oleh Liputan6.com pada 08 Feb 2021, 16:50 WIB
Diperbarui 08 Feb 2021, 16:50 WIB
FOTO: Tahun Ajaran Baru, Pegadaian Ramai Diserbu Warga
Perbesar
Seorang nasabah bermain gawai saat di Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2020). Memasuki tahun ajaran baru yang jatuh pada 13 Juli 2020, warga ramai menggadaikan barang mereka untuk persiapan masuk sekolah anak. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk induk usaha atau holding BUMN Ultra Mikro. Holding ini akan melibatkan PT Bank BRI Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, tidak akan ada pihak yang dirugikan dalam rencana holding BUMN ultra Mikro ini. Sebab masing-masing perusahaan akan tetap menjalankan bisnisnya sendiri.

"Penggabungan ini juga tidak ada yang dirugikan, kita bisa konsolidasikan," kata Kuswiyoto dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (8/4/2021).

Kuswiyoto mengatakan holding ini hanya akan mensinergikan berbagai program bisnis di masing-masing perusahaan. Sehingga semua model bisnis yang ada akan tetap jalan.

"Bisnis kita kita tetap, yang disinergikan cuma bisnisnya saja. Intinya Pegadaian sangat oke dengan holding ini," tuturnya.

Hanya saja dia mengakui, komunikasi yang terjadi di internal perusahaan mengalami hambatan. Hingga akhirnya terjadi gelombang penolakan holding dari internal.

"Beberapa karyawan Pegadaianini belum ngeh saja. Kalau ada yang protes ini mungkin karena kami yang belum disosialisasikan," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Ada Peleburan

Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi. Liputan6.com.
Perbesar
Data Ekspor Impor.

Senada, Direktur Utama PT PNM menegaskan dalam holding ini tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab tidak ada peleburan budaya dan mekanisme bisnis.

"Catatannya, tidak ada peleburan budaya dan mekanisme bisnis," kata dia.

Selain itu, masing-masing perusahaan juga akan tetap menjalankan program bisnis sendiri. Sehingga tidak akan ada pemberhentian hubungan kerja (PHK) dan penutupan kantor cabang.

"Hanya ada sinergi budaya, tidak ada phk atau penutupan kantor cabang," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya