PNM Klaim Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro Mampu Tekan Bunga Kredit

Oleh Liputan6.com pada 08 Feb 2021, 16:20 WIB
Diperbarui 08 Feb 2021, 16:20 WIB
Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi. Liputan6.com.
Perbesar
Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi. Liputan6.com.

Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyambut baik rencana pembentukan induk usaha atau holding BUMN Ultra Mikro. Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menilai, holding BUMN Ultra Mikro ini bisa membawa PNM masuk dalam ekosistem yang lebih besar.

Arief menuturkan, salah satu tujuan holding BUMN Ultra Mikro ini agar para nasabah pada masing-masing perusahaan bisa mendapatkan nilai tambah. Salah satunya mendapatkan kredit dengan bunga rendah.

"Setelah ada holding ini harus ada penurunan bunga yang signifikan," kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (8/4/2021).

Dia menjelaskan, selama ini bunga kredit nasabah PNM mencapai 25 persen karena biaya operasionalnya yang tinggi. Agen PNM harus bertemu langsung nasabah setiap minggu.

Para nasabah dimanjakan dengan tidak perlu mendatangi outlet PNM di daerah. Selain itu tidak ada biaya tarif transaksi sehingga bunga dari pinjaman mencapai 25 persen.

"Biaya bunga yang tinggi di kami ini karena biaya servis (pelayanan) nasabah," kata dia.

Namun, sejalan dengan peningkatan plafon kredit yang diberikan, bunga pinjaman pun menjadi lebih rendah. Saat ini, bunga untuk pinjaman Rp 5 juta sudah turun menjadi 19 persen.

Maka dengan adanya holding antara PNM dengan PT Pegadaian Persero dan PT Bank BRI Tbk diharapkan bisa menurunkan bunga pinjaman yang lebih signifikan. Meski begitu, dia tidak bisa menjanjikan penurunan bunga bisa sampai dibawah 10 persen.

"Saya tidak berani janjikan penurunan bunga dibawah 10 persen tetapi ada ke sana yang kami akan capai," kata dia.

Untuk itu, Arief mendukung adanya holding BUMN Ultra Mikro sepanjang tidak ada peleburan budaya dan mekanisme bisnis. Sehingga masing-masing perusahaan tetap menjalankan roda bisnisnya sendiri.

Sehingga dia menegaskan tidak akan ada pemecatan karyawan atau penutupan kantor cabang dan sebagainya. "Hanya ada sinergi budaya dan tidak ada PHK atau penutupan kantor cabang," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ada Holding BUMN Ultra Mikro, Pegadaian Hemat Rp 400 Miliar per Tahun

Buruan Ikutan, Badai Emas Pegadaian Berhadiah Total 10 Milyar Tinggal Hitungan Hari!
Perbesar
Program Badai Emas Pegadaian berhadiah total 10 Milyar rupiah tinggal menghitung hari. Batas akhir periode program ini sampai dengan hari Sabtu, 20 Juli 2019.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan Pegadaian akan diuntungkan dengan adanya Holding BUMN Ultra Mikro. Holding antara Pegadaian dengan PT Bank BRI Tbk. dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) ini bakal menghemat anggaran perusahaan dalam melakukan ekspansi bisnis.

Kuswiyoto mengatakan Pegadaian menargetkan untuk membuka 2000 kantor cabang tiap tahunnya. Biasanya modal untuk membuka 1 cabang mencapai Rp 200 juta.

Sehingga untuk membangun 2000 kantor cabang membutuhkan anggaran Rp 400 miliar. Namun, dengan bekerja sama dengan Bank BRI, Pegadaian tidak perlu mengeluarkan biaya Rp 400 miliar per tahun.

"Dengan bekerja sama dengan BRI, kami bisa menghemat dana untuk membuat outlet. Sehingga kita hemat dana RP 400 miliar per tahun," kata Kuswiyoto dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Senin (8/4).

Pegadaian hanya perlu menugaskan seorang karyawan untuk melakukan penaksiran di setiap kantor cabang Bank BRI. Dengan adanya kerja sama ini, biaya yang bisa dihemat perusahaan dalam membuka jaringan baru mencapai Rp 300 juta per outlet.

Saat ini cara tersebut tengah dilakukan uji coba di 75 kantor cabang Bank BRI. Bila ini berhasil dilakukan, maka akan terus ditambah menjadi 1000-2000 petugas penaksir pegadaian yang akan ditempatkan di kantor cabang Bank BRI.

"Kita sudah ada 75 piloting dengan menempatkan 1 tenaga kerja kita di BRI dan ini akan terus ditambah 1000, 2000 dan seterusnya di sana," kata dia.

Dia menambahkan, ekspansi ini perlu dilakukan Pegadaian demi menyelamatkan masyarakat yang masih mendapatkan pembiayaan dari rentenir dengan bunga yang mahal. Saat ini kantor cabang Pegadaian baru ada sekitar 4000 di seluruh Indonesia.

"Pegadaian hari ini baru memiliki kantor cabang sekitar 4.000 di setiap kabupaten dan kota di Indonesia, tapi kalau di kabupaten/kota baru kami belum punya," kata dia.

Sehingga dengan adanya kerja sama dengan Bank BRI ini ekspansi yang dilakukan bisa lebih cepat. Mengingat Bank BRI sudah ada di berbagai wilayah Indonesia.

"Dengan begitu jangkauan kami di masyarakat ini jauh lebih bagus," kata dia mengakhiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya