Top 3: Sosok Firmanzah, Ekonom dan Eks Staf Khusus SBY yang Tutup Usia

Oleh Andina Librianty pada 07 Feb 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 07 Feb 2021, 07:01 WIB
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Firmanzah Ph.D
Perbesar
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Firmanzah Ph.D meninggal dunia. Pria yang juga Rektor Universitas Paramadina itu merupakan profesor dan rektor termuda di Tanah Air. (Twitter @fizfirmanzah)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan pendidikan. Ekonom dari Universitas Indonesia Firmanzah meninggal dunia, Sabtu (6/2/2021).

Firmanzah pernah menjadi Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012. Saat ini, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina.

Fiz, panggilan akrabnya, tercatat menjadi sejarah baru sebagai dekan termuda yang pernah dimiliki UI yakni ketika berusia 32 tahun.

Artikel mengenai profil Ekonom dan Rektor Universitas Paramadina Firmanzah ini salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa berita lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu 7 Februari 2021:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Mengenal Sosok Firmanzah: Profesor Termuda UI, Staf Khusus SBY hingga Rektor Paramadina

Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina. (Foto: Fiki/Liputan6.com)
Perbesar
Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina. (Foto: Fiki/Liputan6.com)

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Firmanzah, meninggal dunia pada Sabtu (6/2/2021). Pria yang pernah dinobatkan sebagai profesor termuda tersebut disemayamkan di rumah duka di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat.

Firmanzah memiliki karir akademis yang cemerlang. Pria kelahiran Surabaya, 7 Juli 1976 tersebut juga menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina.

Firmanzah merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara dari pasangan Kusweni dan Abdul Latief. Ia lulusan Fakultas Ekonomi UI pada 1988, kemudian setelah itu bekerja sebagai analis pasar pada sebuah perusahaan asuransi dan menjadi asisten dosen di almamaternya.

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Ngeri, KNKT Ungkap Kapal Kargo Tenggelam Bersama 25 ABK di Laut Maluku Utara

20151220-Ilustrasi Kapal Tenggelam-AFP
Perbesar
Ilustrasi kapal tenggelam (AFP Photo)

Misteri hilangnya kapal kargo MV Nur Allya yang berlayar dari Pelabuhan Weda, Maluku Utara, menuju Pelabuhan Morosi, Sulawesi Tenggara 2019 silam terkuak.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kapal MV Nur Allya milik PT Gurita Lintas Samudera. 

Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan, kapal MV Nur Allya yang membawa muatan sebanyak 51.500 metrik ton nickle ore dan diawaki 25 orang serta 2 pengikut dipastikan tenggelam akibat kelebihan muatan. 

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. 2 Juta Data Covid-19 Belum Terlapor, Ini Sebabnya

Krisis tenaga kesehatan
Perbesar
Tenaga kesehatan melakukan kegiatan tes swab massal di Puskesmas Ciganjur, Jakarta, Kamis (7/1/2020). Lonjakan kasus virus corona berpotensi terjadinya krisis tenaga kesehatan (nakes) karena banyak yang tertular dan gugur saat menangani pasien Covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang merupakan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan pemerintah memiliki tugas untuk menyelesaikan persoalan data kasus Covid-19 antara pusat dan daerah yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Dalam pertemuan dengan Wamenkes, ahli kesehatan dan epidemiolog yang berlangsung secara virtual pada Kamis (4/2), Menko Luhut sempat menyampaikan bahwa masih ada hampir 2 juta data atau mungkin lebih data yang belum dientry.

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi menjelaskan, 2 juta data tersebut bukan data kasus positif Covid-19 yang ditutupi, namun justru kasus-kasus negatif yang belum terlaporkan. Hal ini disebabkan karena selama ini banyak laboratorium yang cenderung lebih dahulu melaporkan kasus positif agar segera mendapat penanganan, sehingga data kasus negatif tertunda untuk dilaporkan.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓