4 Strategi Kemnaker Atasi Pengangguran di Masa Pandemi covid-19

Oleh Tira Santia pada 03 Feb 2021, 20:06 WIB
Diperbarui 03 Feb 2021, 20:06 WIB
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan sekaligus SLOM Chair ASEAN, Anwar Sanusi. (Dok Kemnaker)
Perbesar
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan sekaligus SLOM Chair ASEAN, Anwar Sanusi. (Dok Kemnaker)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerapkan 4 strategi kebijakan konkrit di sektor ketenagakerjaan guna meminimalkan peningkatan angka pengangguran di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Keempat strategi tersebut diungkap oleh Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan sekaligus SLOM Chair ASEAN, Anwar Sanusi, dalam forum dialog Asean–U.S Dialogue On Trade And Labour, Rabu (3/2/2021).

Anwar menjabarkan, 4 strategi itu adalah pertama, mengembangkan sistem pelatihan dengan mekanisme pelatihan campuran (blended training).

Kedua, memaksimalkan program penempatan dan perluasan kesempatan kerja serta kewirausahaan, seperti padat karya infrastruktur dan tenaga kerja mandiri.

Ketiga mengkoordinasikan kepada perusahaan terkait wajib lapor ketenagakerjaan, guna mengetahui kondisi ketenagakerjaan di setiap perusahaan yang terintegrasi dalam platform SISNAKER; serta meningkatkan intensitas dan kualitas dalam ruang dialog sosial, baik Tripartit maupun Bipartit.

“Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan bahwa 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik untuk semua negara, khususnya pada sektor ketenagakerjaan," kata Anwar Sanusi.

Lanjutnya, Anwar menyebut total pekerja Indonesia yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 sekitar 2.146.667 orang, baik pekerja sektor formal maupun informal. Data ini dihimpun melalui kolaborasi Kemnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan pada periode 1 April-31 Juli 2020.

“Berdasarkan jenis kelamin, pekerja yang terdampak didominasi oleh laki-laki dengan kontribusi sebanyak 1.537.439 orang atau persentasenya sekitar 71,62 persen, sedangkan perempuan berkontribusi sebanyak 609.228 atau sebanyak 28,38 persen,” jelas Sekjen Anwar.

 

2 dari 3 halaman

Rangkaian Pertemuan

Adapun pertemuan secara virtual ini dimulai dari forum The Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), 14 April 2020; The Special ASEAN Plus Three Summit on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19); The Special Meeting of ASEAN Labour Ministers on Response to the Impacts of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) on Labour and Employment, 14 May 2020; dan pertemuan The 26th ASEAN Labour Ministers Meeting, 26 Oktober 2020.

“Kami Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Amerika Serikat dan SEOM (Senior Economic Official Meeting) yang telah memprakarsai dialog ini,” ujarnya.

Ia berharap dialog-dialog seperti ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, agar negara-negara anggota ASEAN dapat saling berbagi solusi dan masukan dalam mengatasi dampak dari pandemi Covid-19, khususnya di sektor Ketenagakerjaan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓