Menko Airlangga: Bank Syariah Indonesia Harus Jadi Bank Syariah Terbesar di Dunia

Oleh Liputan6.com pada 01 Feb 2021, 16:40 WIB
Diperbarui 01 Feb 2021, 16:41 WIB
Airlangga Hartarto
Perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menginginkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadi 10 besar bank syariah di dunia. Dia meminta dalam waktu 5 tahun Bank Syariah Indonesia menjadi bank dengan nilai kapitalisasinya terbesar di dunia.

"Dalam 5 tahun ke depan Bank Syariah Indonesia didorong menjadi top 10 bank syariah di dunia dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar," kata Airlangga dalam video yang diputar di acara Peresmian PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2).

Kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI), kata Airlangga merupakan bank syariah terbesar yang ada di Indonesia. Untuk itu, diharapkan bisa menciptakan potensi besar di sektor keuangan dan ekonomi syariah.

Airlangga juga ingin BSI bisa mengakselerasi pasar-pasar perbankan syariah di tingkat nasional. Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Golkar ini meminta BSI unggul dalam persaingan global.

"Mengakselerasi pasar-pasar perbankan syariah di tingkat nasional dan unggul dalam persaingan global," kata dia.

Selain itu, pemerintah meminta BSI ikut berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah. Sehingga bisa memberikan manfaat sosial secara luas bagi masyarakat Indonesia.

Terakhir, dia berharap, cita-cita yang dibangun dan perjalanan BSI bisa mendapatkan berkah dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

"Selamat bekerja Bank Syariah Indonesia, semoga Allah meridhoi langkah kita dalam megembangkan ekonomi syariah di Indonesia," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Jokowi: Bank Syariah Indonesia Harus Bisa Tarik Generasi Milenial

Jokowi Resmikan Bank Wakaf Mikro di Serang
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi sambutan saat meresmikan Bank Wakaf Mikro di Serang, Banten, Rabu (14/3). Ini merupakan program pemberian aset-aset negara kepada baik ormas, pesantren, atau individu. (Liputan6.com/Pool/Biro Setpres)

Sebelumnya, resmi meluncurkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara Jakarta, Senin (1/2/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, ekonomi syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik secara global.

Dalam pidatonya, Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi syariah pada 2018 berada di peringkat 10 dunia. Kedudukan tersebut meningkat pada 2019 menjadi posisi kelima.

"Alhamdulillah berdasarkan data the state of Global Islamic economy Indicator report, Sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti. Tahun 2020 Alhamdulillah ekonomi syariah Indonesia berada pada peringkat keempat dunia," ujarnya.

Meski meningkat di tengah pandemi yang terjadi, Jokowi menegaskan, pihaknya harus bekerja keras dan berharap Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah regional dan global.

"Kenaikan peringkat tersebut harus kita syukuri. Namun kita harus terus bekerja keras untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah regional dan global. Alhamdulillah di tengah krisis pandemi covid, Saya senang memperoleh laporan bahwa kinerja perbankan syariah Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang stabil," ujarnya

Jokowi juga menyebut, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu Ia berharap Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang terdepan dalam hal perkembangan ekonomi syariah.

"Sudah lama kita dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, status ini sudah menjadi salah satu identitas global Indonesia dan menjadi salah satu kebanggaan kita. Maka sudah sewajarnya Indonesia menjadi salah satu negara yang terdepan dalam hal perkembangan ekonomi syariah," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓