Anjlok Parah, Harga Telur Ayam Sentuh Rp 16 Ribu per Kg

Oleh Liputan6.com pada 28 Jan 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 15:17 WIB
Peternak di Depok Ungkap Penyebab Tingginya Harga Telur Ayam
Perbesar
Telur ayam terlihat di sebuah peternakan di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (23/7). Tingginya harga telur ayam di pasaran karena tingginya permintaan saat lebaran lalu yang berimbas belum stabilnya produksi telur. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Harga telur ayam mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat, harga telur di ayam di tingkat peternak secara nasional di angka Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kilogram (kg). Padahal biasanya harga telur ayam berada di kisaran Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kg. 

Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional Ki Musbar Mesdi mengungkapkan, penurunan harga telur ini bahkan sudah di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah di angka sebesar Rp 19 ribu - Rp 21 ribu per kg.

Seperti Diketahui, Harga Eceran Tertinggi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

"Artinya saat ini kita rugi Rp 3.000 per kilogram. Dengan harga antara Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu ini jauh di bawah HET," jelas Musbar, kamis (28/1/2021).

Ia menjelaskan, faktor penyebab turunnya harga telur ayam karena berbagai pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan secara estafet selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sehingga membuat pergerakan konsumen menjadi terbatas dan kemampuan daya beli masyarakat tak kunjung pulih.

"Seperti sekarang nih, ada PPKM di perpanjang mulai 26 Januari hingga 8 Februari, setelah sebelumnya PSBB. Ini otomatis ibu-ibu jadi terbatas ke pasar dan membuat daya beli juga terus tertekan," pungkas dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Cara Mudah Menentukan Kualitas Telur, Masih Layak Dikonsumsi atau Tidak

20161130-Produksi-Telur-Ayam-FF1
Perbesar
Pekerja mengambil telur yang dikumpulkan di sebuah wadah di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (30/11). Peternakan ayam tersebut memproduksi telur ayam mencapai satu ton telur per hari dari 20 ribu ekor ayam. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Apakah Anda penyuka telur? Lakukan tes singkat berikut untuk memeriksa kualitas telur yang Anda makan. Mungkin terdengar agak rumit, tetapi telur juga bisa basi dan mudah membusuk.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa memasak telur adalah cara makan paling mudah sekaligus memiliki manfaat kesehatan, ditambah tentunya mengenyangkan. Tetapi tahukah Anda bahwa telur rentan terhadap kontaminasi dan perkembangan bakteri seperti infeksi Salmonella, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Baru-baru ini, MyGovIndia memposting di Twitter mereka tentang cara cepat nan sederhana untuk menentukan kualitas telur. Dengan melakukan uji coba ini, Anda tidak perlu ragu lagi untuk memasak telur pilihan Anda, dilansir dari TimesofIndia.

1. Ambil mangkuk atau toples kaca berisi air.


2. Lalu celupkan telur ke dalam air.

FOTO: Harga Telur Ayam
Perbesar
Telur ayam yang siap dikirim ke pasar terlihat di sebuah peternakan di Desa Pengasinan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020). Harga telur eceran sempat mencapai Rp 24 ribu per kilogram, sekarang turun Rp 18,500 per kilogram. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Jika telur langsung tenggelam ke dasar dengan posisi tidur, berarti masih segar. Namun jika telur mengambang, maka telur tersebut sudah basi atau sudah lama/tua.

Telur yang mengapung ke permukaan (padahal telur tersebut belum direbus) terjadi karena kantong udara di dalam telur membesar.

Tips sederhana ini dapat membantu Anda dalam memeriksa kualitas telur sebelum mulai memasak.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap orang disarankan untuk mengonsumsi telur yang segar dan tidak terlalu tua karena dapat meningkatkan risiko infeksi Salmonella, yang sering menyebabkan sakit perut, kram, muntah, diare dan keracunan makanan.

Jadi, saat berkesempatan membeli telur, jangan lupa untuk memeriksa kualitas telurnya dengan metode sederhana ini sebelum membuat hidangan dengan telur tersebut. 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya