Mentan Syahrul: Sektor Pertanian Tak Mungkin Bisa Maju Tanpa Digitalisasi

Oleh Achmad Sudarno pada 28 Jan 2021, 13:01 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 13:01 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. Dok Kementan
Perbesar
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. Dok Kementan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital.

Menurutnya, langkah ini sangat penting dilakukan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan.

"Peranan PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) itu sangat penting, sebab tidak mungkin rasanya maju tanpa mekanisasi, maju tanpa digital. Bahkan kita tahu asuransi saja sudah menggunakan digital," kata Syahrul dalam Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2021 di IPB Convention Center (ICC) Bogor, Rabu (27/1/2021).

Syahrul menambahkan, PSP harus mengetahui perkembangan dan target akhir yang akan dicapai. Selain itu, implementasi kerja PSP harus sesuai dengan rumusan dan kebijakan yang telah ditetapkan bersama.

"Jangan ada yang jalan sendiri. Koordinasinya harus jelas di tingkat kostratani yang ada. Sama juga dengan pupuk, enggak boleh jalan sendiri. Semua kita kerjakan bersama," ujarnya.

Ia berpesan agar pengelolaan anggaran yang saat ini berjalan baik bisa dimaksimalkan untuk pemenuhan pangan bagi 270 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Soal pangan tidak boleh ada yang bersoal," tegas Syahrul.

 

2 dari 3 halaman

Aplikasi Protan

Kementan Targetkan 8,2 Juta Hektare Sawah untuk 20 Juta Ton Beras
Perbesar
Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhi mengaku bahwa PSP sudah memiliki aplikasi Proteksi Pertanian (Protan) sebagai alat layanan Kementan dalam memenuhi kebutuhan petani. Aplikasi ini merupakan inovasi terbaru hasil kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia.

"Asuransi tanaman padi, asuransi ternak kerbau dan lain-lain sudah bisa dilihat dari layar smartphone,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara menerangkan, aplikasi Protan memiliki banyak manfaat untuk para petani dan peternak di seluruh Indonesia.

Aplikasi ini dilengkapi dengan pengukuran polygon area kerusakan lahan yang mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, auto generate download formulir, penyimpanan data klaim, update status pelaporan klaim.

"Di aplikasi ini juga dilengkapi berita umum seputar pertanian dan peternakan, dan masih banyak fitur menarik lainnya," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓