3 Terobosan Menteri KKP demi Kejar Devisa dan Sejahterakan Masyarakat

Oleh Tira Santia pada 27 Jan 2021, 13:31 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 22:32 WIB
menteri kkp baru di bali
Perbesar
menteri kkp baru di bali

Liputan6.com, Jakarta Ada 3 program terobosan yang dikatakan akan menjadi fokus Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2021-2024.

Melalui tiga program terobosan ini, KKP menargetkan peningkatan pendapatan negara dari sektor kelautan dan perikanan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ini dia ungkapkan, dalam rapat kerja perdana dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Tiga program prioritas yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sub-sektor Perikanan Tangkap; pengembangan perikanan budidaya yang didukung oleh Badan Riset Kelautan dan Perikanan untuk keberlangsungan sumber daya laut dan perikanan darat.

Kemudian pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut, seperti Kampung Lobster, Lele, Nila, Kakap, hingga Kampung Rumput Laut.

"Saya mohon dukungan supaya PNBP dari Perikanan Tangkap tidak lagi Rp595 miliar, tapi bisa lebih tinggi untuk kepentingan bangsa ini," kata Menteri Trenggono dalam rapat kerja tersebut.

Lebih lanjut Menteri Trenggono menjelaskan, alasannya memilih pengembangan perikanan budidaya demi menjaga ekosistem laut dan darat itu sendiri. Sebab perikanan budidaya yang dikembangkan didasari oleh hasil penelitian dan penerapan inovasi teknologi.

Di samping itu, trend dunia juga memilih jalan serupa sebut saja Jepang, Norwegia, hingga Tiongkok. Menteri Trenggono mengatakan produksi budidaya dalam 10-15 tahun ke depan akan meningkat tajam, sementara produksi perikanan tangkap akan menurun dengan tajam.

“Dengan meningkatkan kegiatan budidaya, ekosistem dan populasi ikan di laut akan terjaga sehingga generasi berikut masih akan terpenuhi nutrisinya dari hasil perikanan,” ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komoditas Unggulan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan ke Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) di Kabupaten Buleleng, Bali. (Dok KKP)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan ke Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) di Kabupaten Buleleng, Bali. (Dok KKP)

Dari pengembangan perikanan budidaya ini juga, Menteri Trenggono berharap Indonesia memiliki komoditas unggulan ke depannya. Seperti komoditas lobster yang bisa jadi salah satu unggulan bangsa ini.

Sementara pemilihan Kampung Perikanan Budidaya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di masa pandemi saat ini.

Kampung-kampung budidaya diplot menjadi sumber ekonomi baru yang tidak hanya diisi oleh kegiatan produksi tapi juga aktivitas ekonomi lainnya.

"Kalau saat ini sudah ada, sifatnya masih sporadis. Untuk yang kami jalankan, kami akan kerjasama dengan Bapak Ibu, sekaligus Pemda supaya skala ekonominya bisa kita hitung. Hulu hilir. Jadi mulai dari bibit, pakan, selanjutnya pembinaan sampai kemudian panen. Lalu kemudian bisa ada industri di situ untuk processing baik untuk kepentingan pasar lokal dan ekspor," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya