Tepis Prediksi Lembaga Internasional, Menko Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen

Oleh Liputan6.com pada 27 Jan 2021, 17:45 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 17:45 WIB
Airlangga Hartarto
Perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal sentuh angka 5,5 persen di 2021. Angka tersebut di atas prediksi beberapa lembaga internasional.

Menurut Airlangga, optimisme ini lantaran telah dimulainya program vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini maka akan mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia.

"Berbagai lembaga internasional menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 itu antara 4,4 persen sampai 4,8 persen. Pemerintah sendiri perkirakan ekonomi tumbuh 4,5 persen sampai 5,5 persen. Kita lihat program vaksinasi yang disiapkan sudah terus didorong dan untuk sebagai pengerak di perekonomian nasional," terangnya dalam webinar bertajuk "Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional", Rabu (27/1.2021).

Airlangga mengungkapkan, melalui vaksinasi diyakini akan mendorong tingkat konsumsi konsumsi masyarakat yang tengah terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19. Kemudian, vaksinasi juga dinilai akan meningkatkan realisasi investasi dan ekspor menyusul peningkatan sistem kekebalan tubuh masyarakat di masa kedaruratan kesehatan ini.

"Tiga ini pengungkit perekonomian nasional di samping belanja pemerintah," tambahnya.

Untuk itu, kata Airlangga, pemerintah terus berupaya untuk mempercepat proses distribusi vaksin ke berbagai wilayah Indonesia. "Karena percepatan distribusi vaksin yang akan menjadi game changer," tutupnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Bank Mandiri Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,4 Persen di 2021

FOTO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 Masih Minus
Perbesar
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski membaik, namun pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 masih tetap minus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan tumbuh positif di angka 4,4 persen. Pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini adalah konsumsi dan investasi swasta. 

"Kami memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 4,4 persen di 2021," jelas Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam webinar Persiapan Pelaksanaan Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Proyeksi tersebut lebih baik dibandingkan 2020 karena didorong oleh pertumbuhan konsumsi dan investasi swasta yang diperkirakan akan tumbuh positif tahun ini dibandingkan 2020 yang terkontraksi. Menyusul telah dimulainya upaya vaksinasi oleh Pemerintah Jokowi sejak awal tahun ini.

"Sehingga ini akan mendorong tren pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih positif," imbuh dia.

Dia menambahkan, pada tahun 2021 ini juga terdapat beberapa sektor ekonomi potensial untuk menarik investasi swasta. Di antaranya adalah sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga komunikasi atau ICT. Tak hanya itu, kinerja industri manufaktur juga diprediksi mengalami perbaikan di sepanjang tahun ini khususnya bagi sektor otomotif dan elektronik.

"Kalau komunikasi itu lebih karena peningkatan berbagai aktivitas digital seperti dari mulai sekolah hingga berkantor selama pandemi ini. Begitupun dengan manufaktur yang juga mengalami perbaikan khususnya otomotif dan elektronik imbas dari perjanjian dagang," jelas dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓