5 Tips buat Lulusan Baru Kelola Keuangan dengan Benar

Oleh Helena Yupita pada 31 Jan 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 31 Jan 2021, 06:01 WIB
Ilustrasi Lulus Kuliah
Perbesar
Ilustrasi lulus kuliah. (dok. Unsplash.com/MD Duran/@mdesign85)

Liputan6.com, Jakarta Setelah wisuda kelulusan tiba, para lulusan baru tentu akan dihadapkan dengan realita kehidupan yang sesungguhnya. Sembari menunggu pekerjaan yang datang, biasanya Anda menghabiskan waktu untuk beristirahat sejenak dan menikmati waktu yang sempat terbuang untuk menghabiskan kesibukan mahasiswa di kampus.

Sementara itu, Anda tentu akan dikejar dapat memenuhi kewajiban finansial dan orang tua akan mulai membatasi pemberian uangnya. Hal ini dilakukan agar Anda dapat mulai menata hidup dan bertanggungjawab atas kehidupan pribadi kedepannya. 

Untuk membantu mengelola keuangan para lulusan baru dengan baik, melansir laman easypay, berikut beberapa tipsnya.

1. Penghematan adalah Prioritas Pertama

Jadikanlah menabung sebagai kebiasaan, hindari pemborosan karena hasrat impulsif belaka. Triknya adalah Anda harus selalu mengalokasikan pertama kali ketika mendapatkan uang untuk ditabung. Jumlahnya bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan, tetapi biasanya sebagai perencana keuangan mengatakan proporsi uang yang dialokasikan untuk tabungan setidaknya 30-50 persen dari uang yang didapatkan. 

Menabung bisa dilakukan di rekening terpisah atau media lain, agar tabungan tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari. Alasan menabung harus menjadi prioritas adalah karena Anda harus memiliki dana darurat ketika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

2. Buat Anggaran Pribadi yang Sesuai

Selalu tertib mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap hari merupakan langkah awal untuk membuat anggaran pribadi yang sesuai. Anda bisa mengetahui berapa pengeluaran yang dibutuhkan setiap bulannya. Selanjutnya, aturlah anggaran belanja harian yang sesuai.

Jangan sampai pengeluaran melebihi anggaran yang telah ditetapkan, memang membutuhkan komitmen yang tinggi dan kedewasaan saat mengeluarkan uang, namun hasilnya bisa dirasakan di kemudian hari.

3. Perkuat Diri dari Godaan

Inilah yang harus diperhatikan. Cobalah menahan nafsu untuk membeli barang-barang impulsif seperti tas, sepatu, baju, gadget, dan lain-lain. Biasanya hal-hal seperti ini sebenarnya tidak terlalu bernilai bagi Anda. Daripada kelebihan uang digunkaan untuk membeli barang-barang tersebut, lebih baik tabunglah dan gunakan itu sebagai modal usaha di masa depan.

Nilai uang menjadi jauh lebih bermanfaat dan dapat meningkat nilainya, daripada menghabiskan uang dan nilainya menurun. Keinginan untuk mengeluarkan lebih dari anggaran, biasanya akan muncul seiring dengan proses menabung karena jumlah tabungan yang terus meningkat.

2 dari 3 halaman

4. Jangan Ragu untuk Bekerja sebagai Freelancer

Ilustrasi barista
Perbesar
Ilustrasi barista (Dok.Unsplash)

Jangan buang-buang waktu untuk menunggu panggilan wawancara dari perusahaan yang Anda inginkan. Mulailah dengan mendaftarkan diri sebagai freelance atau pekerja lepas yang tidak harus bekerja di kantor setiap hari. Nyatanya belakangan ini banyak yang menjadi buruh lepas di beberapa perusahaan ternama dan berpenghasilan ganda.

5. Mulai Bisnis

Hasil tabungan bisa menjadi modal usaha. Bayangkan jika Anda rajin menabung sejak dini, berapa banyak uang yang bisa dijadikan modal usaha yang bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi. Jika masih bingung mau bisnis apa, bisa mulai bisnis dengan modal kecil seperti menjadi reseller barang, jual pulsa, buka toko kecil, dan lain-lain. 

Ingat, tidak ada jenis bisnis yang buruk selama Anda ingin mencoba yang terbaik dan tetap fokus. Tetap berpegang pada prinsip "Uang bekerja untuk saya" bukan "Saya bekerja untuk uang".

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓