Pertamina Operasikan Lapangan Migas KLD, Produksi Gas RI Bertambah

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 22 Jan 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyelesaikan dan mengoperasikan Lapangan KLD pada awal 2021. Dari proyek ini akan menyumbang produksi gas sebesar 16 MMscfd.

Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, mengatakan, 2020 adalah tahun yang sangat menantang sebab harga minyak dunia relatif rendah dan mulainya pandemi Covid-19 sejak awal tahun.

Kondisi ini sangat berdampak pada dinamika industri hulu migas dan sektor pendukungnya. Namun, PHE ONWJ mampu melaksanakan komitmen pengembangan Lapangan KLD pada kondisi tersebut.

“Kami berharap capaian yang membanggakan ini dapat dilanjutkan dengan baik, agar aktivitas hulu migas oleh PHE ONWJ dapat terus memberikan dampak positif pada produksi migas. Dalam jangka panjang akan menopang upaya mencapai produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas di 2030 untuk mewujudkan ketahanan energi nasional," kata Julius, di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman mengungkapkan, Lapangan Proyek KLD yang berlokasi di lepas pantai Utara Jawa Barat, berhasil diselesaikan dengan skema PSC gross split.

Sejak dimulai di bulan April 2019, Proyek KLD telah melalui beberapa tahapan diantaranya fabrikasi di lapangan Handil, load out & sail away di pertengahan Juli 2020, instalasi offshore, kegiatan pemboran , hookup& commissioning dan start up.

 

2 dari 3 halaman

Mulai Hasilkan Gas Sejak Desember 2020

Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Lapangan KLD telah mulai mengalirkan gas sejak Desember 2020 lalu.Pada awal Januari PHE ONWJ telah menyelesaikan periode performance test sesuai dengan parameter operasi produksi. Dari Lapangan KLD ini ditargetkan produksi gas sebesar 16 MMscfd pada periode puncak produksi.

"Produksi dari Lapangan KLD akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ. PHE ONWJ Energizing Indonesia, “ ujarnya.

Menurut Taufi, keberhasilan penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target dengan zero incident ini merupakan kerja keras dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak.

Taufik menambahkan, segala tantangan yang ada selama pandemi, tak menyurutkan semangat PHE ONWJ untuk dapat menyelesaikan proyek lebih cepat 3 bulan dari jadwal yang ditetapkan, Dan yang paling penting adalah pencapaian sekitar 1.16 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan.

“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang terlibat yakni masyarakat dan pemerintah daerah setempat, SKK Migas, seluruh pekerja PHE ONWJ serta pelaksana pekerjaan PT Meindo Elang Indah ” tutup Taufik.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓