Rupiah Berpotensi Melemah Terbatas Usai Joe Biden Dilantik

Oleh Andina Librianty pada 22 Jan 2021, 10:54 WIB
Diperbarui 22 Jan 2021, 10:58 WIB
Donald Trump Kalah Pilpres AS, Rupiah Menguat
Perbesar
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (Dolar AS) melemah pada perdagangan akhir pekan ini. Padahal, rupiah dibuka menguat di bawah level 14.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Jumat (22/1/2021), rupiah dibuka di angka 13.992 per dolar AS, menguat tipis dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 14.000 per dolar AS.

Sejak pagi hingga pukul 10.50 WIB hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.992 per dolar AS hingga 14.045 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 0,18 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.054 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.039 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat menguat kembali sejak kemarin usai pelantikan Joe Biden jadi Presiden AS.

"Kenaikan tingkat imbal hasil obligasi jangka yang lebih panjang ini merefleksikan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi dan kenaikan tingkat inflasi AS," ujar Ariston seperti dikutip dari Antara, Jumat (22/1/2021).

Menurut Ariston, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi tersebut mendorong kembali penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya. Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS karena hal tersebut hari ini.

 

2 dari 3 halaman

Prediksi Pergerakan Rupiah

Donald Trump Kalah Pilpres AS, Rupiah Menguat
Perbesar
Petugas menunjukkan uang rupiah di penukaran uang, Jakarta, Senin (9/11/2020). ). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar

Di sisi lain, lanjut Ariston, pelemahan rupiah mungkin terbatas karena ekspektasi stimulus besar AS yang meningkatkan minat pasar terhadap aset berisiko.

"Dari Tanah Air, kemarin Bank Indonesia juga menyatakan optimismenya bahwa aliran dana asing ke Indonesia akan meningkat seiring dengan prospek pemulihan ekonomi," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.050 per dolar AS.

Pada Kamis (21/1) lalu, rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.000 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.035 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓