Harapan Sri Mulyani ke Presiden AS Joe Biden

Oleh Liputan6.com pada 21 Jan 2021, 13:40 WIB
Diperbarui 21 Jan 2021, 13:40 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). APBN 2019, penerimaan negara tumbuh 6,2 persen dan belanja negara tumbuh 10,3 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap Presiden baru Amerika Serikat Joe Biden mampu membawa pemulihan ekonomi bagi global. Di mana saat ini dunia masih menghadapi ketidakpastian.

"Perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian, Amerika Serikat yang hari ini akan memiliki Presiden baru tentu merupakan harapan untuk segera pulih dan memberikan kepastian bagi ekonomi dunia," ujarnya, Jakarta, Kamis (21/1).

Bersamaan dengan pelantikan Joe Biden, pemulihan ekonomi di China juga diharapkan membawa angin segar bagi dunia untuk mampu bangkit dari keterpurukan. Meskipun pertumbuhan ekonomi negara tersebut masih dibawah 3 persen.

"Demikian juga RRT yang menunjukkan adanya pemulihan ekonomi meskipun masih tumbuh di bawah tiga perwen. Kita berharap global ekonomi akan jauh lebih pasti," paparnya.

Dari sisi internal, pelaksanaan APBN 2021 masih akan menghadapi ketidakastian karena pada Januari ini masih terdapat peningkatan pasien positif Virus Corona. Namun, pemerintah terus berupaya menekan korban dengan melakukan vaksinasi.

"Meskipun kita memiliki optimisme dan harapan pemulihan terjadi kita juga melihat Covid melonjak setelah liburan panjang. Kita perlu mengembalikan adanya pengelolaan Covid meskupun kitan melaksanakan vaksinasi, kita harus tetap menjaga disiplin kesehatan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Agenda Utama Joe Biden Selama 10 Hari Pertama Jadi Presiden Amerika Serikat

Bahasa Tubuh Joe Biden dan Jill yang Penuh Emosional di Pelantikan Presiden Amerika Serikat
Perbesar
Joe Biden dan Jill tak ragu memamerkan kemesraannya saat momen pelantikan Presiden Amerika Serikat (Foto: instagram/the_disabled_mermaid)

Sehari setelah resmi dilantik menjadi presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden langsung mulai melakukan pekerjaannya sebagai presiden.

Mengutip laporan CNN, Kamis (21/1/2021), selain tindakan eksekutif dan memorandum yang ditandatangani, Presiden Joe Biden juga memiliki rencana tindakan tambahan yang ambisius untuk 10 hari pertama di masa jabatannya. Diketahui, banyak di antaranya akan membatalkan kebijakan utama yang ditetapkan pendahulunya yakni Donald Trump.

Mulai hari Kamis (21/1), setiap hari hingga akhir bulan, dengan pengecualian akhir pekan ini, pemerintaha Joe Biden akan berpusat di sekitar tema tertentu, dengan serangkaian tindakan dan arahan yang sesuai, menurut draf dokumen kalender yang dikirim ke sekutu administrasi.

Berikut adalah tema utama yang akan menjadi prioritas Joe Biden dalam 10 hari pertama masa jabatannya. 

  • 20 Januari: Peresmian dan empat Krisis
  • 21 Januari: COVID-19
  • 22 Januari: Bantuan Ekonomi
  • 23-24 Januari: Akhir Pekan
  • 25 Januari: Buy America
  • 26 Januari: Ekuitas
  • 27 Januari: Iklim
  • 28 Januari: Perawatan Kesehatan
  • 29 Januari: Imigrasi
  • 30-31 Januari: Akhir Pekan
  • Februari: Mengembalikan Tempat Amerika di Dunia
3 dari 4 halaman

Penanganan COVID-19

Hari Pertama Joe Biden Jadi Presiden AS
Perbesar
Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pertamanya di Ruang Oval, Gedung Putih di Washington, Rabu (20/1/2021). Pada hari pertamanya menjabat, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani sejumlah tindakan eksekutif di Gedung Putih. (AP Photo/Evan Vucci)

Kamis ini, tema hari pertama kepresidenan Biden adalah tentang virus corona. Akan ada enam perintah eksekutif dan satu arahan kebijakan presiden.

Perintah eksekutif mencakup hal-hal seperti peninjauan rantai pasokan, pengumpulan dan transparansi data tambahan, dan dukungan untuk penelitian dan pasokan perawatan Covid-19 tambahan. Arahan kebijakan presiden akan meminta lembaga untuk "memperkuat upaya memerangi COVID-19 secara global dan memperkuat kesiapsiagaan pandemi global." 

Kemudian pada hari Jumat dengan tema "Bantuan Ekonomi", akan ada dua perintah eksekutif yang dilaksanakan. 

Perintah tersebut mengarah pada tindakan keagenan pada Medicaid, hibah Pell, tunjangan SNAP, dan asuransi pengangguran. 

Perintah eksekutif kedua akan memulihkan hak tawar-menawar kolektif kepada karyawan federal dan memulai tindakan untuk membatalkan perintah eksekutif mantan Presiden Trump - yang memberi kelonggaran kepada Kantor Manajemen dan Anggaran dan lembaga federal untuk mengklasifikasikan ulang peran-peran kunci. 3 dari 3 halaman

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓