Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Wakapolri Jadi Komisaris Pindad

Oleh Athika Rahma pada 20 Jan 2021, 20:40 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 20:54 WIB
Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Memantau Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. (Kamis,24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com)
Perbesar
Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Memantau Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. (Kamis,24/12/2020). (Yandhi Deslatama/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pindad (Persero).

Hal ini berdasarkan penyerahan Salinan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Perseroan mengenai pemberhentian dan pengangkatan anggota Direksi dan Komisaris PT Pindad (Persero), pada Senin (18/1/2021).

RUPS dilakukan secara daring, sesuai dengan arahan pemerintah dalam pelaksanaan pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19.

RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pertahanan dan Manufaktur Kementerian BUMN, Liliek Mayasari dan Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM Kementerian BUMN, Andus Winarno yang dihadiri oleh jajaran Direksi & Komisaris perusahaan.

Dikutip dari keterangan resmi perusahaam, Rabu (20/1/2021), berdasarkan Keputusan Menteri BUMN melalui Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad nomor: SK-16/MBU/01/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad, memberhentikan dengan hormat Heru Puryanto sebagai Direktur Bisnis Produk Industrial, Heri Heriswan sebagai Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan, serta Rizka A. Putranto sebagai Direktur Strategi Bisnis dan mengangkat anggota Direksi PT Pindad (Persero) yang baru diantaranya Wijil Jadmiko Budi sebagai Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan, Suharyono sebagai Direktur Bisnis Produk Industrial, dan Syaifudin sebagai Direktur Strategi Bisnis.

Di hari yang sama, berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad yang tercantum dalam surat nomor: SK-17/MBU/01/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad, menetapkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai Wakil Komisaris Utama, Mayjen TNI (Purn.) Sakkan Tampubolon, Alexandra Retno Wulan, Arlan Septia sebagai Komisaris Independen dan Jaleswari Pramodharwwardani sebagai Komisaris yang sebelumnya dijabat oleh Mayjen TNI (Purn.) Sumardi sebagai Wakil Komisaris Utama, Dr. Nurdin, Komjen Pol, Ari Dono, Mayjen TNI (Purn.) Endang Sodik sebagai Komisaris PT Pindad (Persero).

Perusahaan menyampaikan terimakasih atas dedikasi dan sumbangsih yang diberikan oleh Direksi dan Komisaris yang sebelumnya menjabat. Semoga dengan adanya perubahan dalam manajemen perusahaan, PT Pindad (Persero) dapat meningkatkan kinerja dan menuju perusahaan industri pertahanan yang mandiri, kuat dan semakin maju.

2 dari 3 halaman

40 Maung Pindad Jadi Armada Terbaru TNI

Maung, Kendaraan taktis 4x4 terbaru yang diproduksi PT Pindad (Persero). (Dok Pindad)
Perbesar
Maung, Kendaraan taktis 4x4 terbaru yang diproduksi PT Pindad (Persero). (Dok Pindad)

40 unit kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad (Persero) menjadi armada baru TNI. Penyerahan unit ini sendiri dilakukan secara simbolis oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa.

Penyerahan dilakukan saat Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan di Jakarta, 13 Januari 2021.

Direktur Utama, Abraham Mose mengaku bangga dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menggunakan produk dalam negeri untuk mendukung TNI.

"Terimakasih atas kepercayaan Kemhan terhadap Pindad. Kami bangga dilakukannya acara penyerahan simbolis Maung. Dari Menteri Pertahanan kepada KASAD untuk mendukung tugas pokok TNI," ujar sang Dirut.

Adapun total pesanan Maung tahap 1 yaitu sebanyak 500 unit yang siap dirampungkan secara bertahap. Klaim perseroan, Maung didesain memiliki kemampuan manuver gesit dan andal dalam mendukung mobilitas penggunanya di berbagai medan operasi.

Kemudian direkayasa agar mengantongi kemampuan modular. Sehingga sanggup difungsikan menjadi berbagai varian operasi.

Hanya untuk MiliterPindad saat ini belum membuka pemesanan Maung untuk versi sipil. Dikarenakan fokus dalam menyelesaikan pesanan Kendaraan Taktsi Ringan Maung versi militer terlebih dahulu.

Sesuai order Kementerian Pertahanan. Rencananya, mereka baru membuka pemesanan versi jalanan untuk masyarakat dengan ketentuan. Bila seluruh penyaluran tipe militer terpenuhi. Itupun melalui teknis permintaan yang bakal diinfokan kemudian.

Hal ini sejalan dengan penutuan Direktur Utama Pindad. “Saat ini kami masih konsentrasi atau fokus untuk produksi yang military type untuk mendukung tugas pokok serta operasi di lapangan.

Kami masuk civilian type itu nanti setelah military type bisa terpenuhi. Tentunya dengan berbagai penyesuaian,” tegas Abraham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓