Perhatikan Baik-Baik, 6 Tips Dasar Berinvestasi Properti

Oleh Helena Yupita pada 24 Mei 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 24 Mei 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi rumah
Perbesar
Ilustrasi rumah (Dok.Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Jika baru mulai berinvestasi di real estate, Anda akan menemukan banyak hal yang perlu dipelajari. Investasi properti lebih rumit daripada berinvestasi di saham karena persyaratan uji tuntas finansial, hukum, dan ekstensif yang terlibat. Itulah mengapa ada baiknya pelajari terlebih dahulu dengan baik sebelum membeli properti investasi pertama.

Melansir dari laman huffpost, berikut beberapa tips dasar berinvestasi properti.

1. Lokasi Itu Penting

Pepatah lama mengatakan bahwa lokasi merupakan hal yang paling akurat dalam investasi properti. Sebelum membayar uang muka dan menempatkan diri dalam jumlah besar berutang atas sebuah properti, pastikan properti itu berada di lokasi yang baik.

Carilah rumah terburuk di jalan terbaik. Itu adalah prinsip yang akan Anda temui saat mempelajari nasihat investasi real estate lebih lanjut.

Berinvestasi di rumah terburuk di jalan terbaik akan memberi Anda kesempatan untuk membangun ekuitas. Ini adalah properti di lingkungan yang bagus yang membutuhkan pekerjaan.

Anda dapat menginvestasikan sejumlah uang untuk memperbaikinya dan menjualnya kepada orang lain yang menginginkan rumah siap huni di lokasi yang luar biasa. Investor real estate profesional menyebutnya 'memperbaiki dan membalik'. 

2. Carilah Properti yang Tawarkan Diskon

Ilustrasi investasi Properti 3
Perbesar
Ilustrasi investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Berinvestasi di real estate sama seperti berinvestasi di pasar saham setidaknya dalam satu cara mencari kesepakatan terbaik. Sebagai investor pasar saham yang cerdas, Anda mungkin tidak akan membeli terlalu banyak saham pada harga tertinggi jika berencana untuk menahannya untuk waktu yang lama.

Hindari membayar 'harga penuh' untuk properti. Carilah properti grosir yang ditawarkan dengan diskon besar. Tentu, mereka mungkin butuh pekerjaan. Jalankan angkanya dan lihat apakah investasi di rehabilitasi sepadan dengan harga jual akhir.

3. Periksa Laporan Kredit

Untuk membeli real estate, kemungkinan besar akan perlu meminjam uang. Itulah mengapa Anda harus memeriksa laporan kredit sebelum mulai berinvestasi di real estate.

Jika memiliki masalah pada laporan kredit yang merupakan kesalahan, selesaikan secepat mungkin. Jika memiliki masalah yang wajar, maka Anda harus bekerja untuk meningkatkan kredit. Sederhananya, bank tidak akan meminjamkan uang untuk properti yang bukan tempat tinggal utama Anda semudah mereka meminjamkannya untuk rumah Anda sendiri. Itulah mengapa kredit harus baik.

 

4. Gunakan Aturan 1 Persen

Penipuan Properti Berkedok Syariah Semakin Marak. Agar Tak Terjebak, Ini Cara Pencegahannya
Perbesar
Ilustrasi penipuan properti yang sedang marak terjadi

Jika Anda berencana membeli properti yang akan disewakan kepada satu atau lebih penyewa, gunakan aturan 1 persen saat memutuskan apakah properti itu sepadan dengan harga yang akan Anda bayarkan. Aturan 1 persen hanya menyatakan bahwa properti yang menghasilkan pendapatan harus menghasilkan 1 persen dari harga yang dibayarkan setiap bulan.

Misalnya, jika Anda ingin membeli properti seharga USD 150.000, pendapatan sewa bulanan seharusnya 150.000 x 1 persen = USD 1.500.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓