Menteri Trenggono Ajak Insinyur Majukan Perikanan Indonesia

Oleh Andina Librianty pada 19 Jan 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 16:30 WIB
Sakti Wahyu Trenggono
Perbesar
Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan sektor kelautan dan perikanan berpeluang menjadi salah satu lokomotif perekonomian negara. Hal ini sampaikan dalam pidato mewakili wisudawan dalam pelantikan Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada, Selasa (19/1/2021).

Sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki potensi yang sangat besar, baik di sub-sektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Namun banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan hal tersebut.

Oleh sebab itu, Trenggono mengajak para insinyur untuk berpartisipasi dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Ini menjadi tantangan bagi kita ke depan sebagai insinyur agar bisa berbuat sesuatu untuk umat dan bangsa," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis pada Selasa (19/1/2021).

Diungkapkannya, tantangan tersebut, untuk sub-sektor perikanan tangkap yakni proses produksi masih konvensional dan tradisional yang berimbas pada volume dan mutu produk perikanan belum optimal.

Dijelaskannya, dengan mengedepankan inovasi dan teknologi, produktivitas perikanan tangkap dan budidaya bisa optimal hasil dan kualitasnya. Sehingga kesejehteraan masyarakat ikut meningkat dan pendapatan negara juga bertambah. Selain itu, nelayan bisa lebih aman saat melaut, kelestarian lingkungan dan kedaulatan tetap terjaga.

"Dibutuhkan teknologi-teknologi yang hebat dan yang harus kita ciptakan, tidak boleh tergantung orang luar. Yang mampu memonitor kemana kapal kita, dimana sumber daya ikan yang bisa kita ambil untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat," jelas Trenggono.

Sementara tantangan di perikanan budidaya, yakni pengelolaan tambak masih didominasi cara konvensional. Padahal di sub-sektor ini banyak komoditas seperti udang, bandeng, sidat, dan lainnya yang semuanya memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dikatakannya, dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan ke depan, KKP akan menggenjot perikanan budidaya. Baik itu budidaya perikanan di laut, pantai, maupun daratan.

2 dari 3 halaman

Ciptakan Lapangan Kerja

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat memimpin rapat di KKP
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat memimpin rapat di KKP

Perikanan budidaya menurutnya, juga menjadi solusi menciptakan lapangan kerja di masa pandemi sekaligus menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Menurut Trenggono, KKP akan membangun sentra budidaya atau kampung budidaya perikanan di daerah, seperti Kampung Lele, Kampung Nila, dan Kampung Udang.

"Bagaimana di tengah situasi pandemi ini, ekonomi kita tetap bergerak, tetap bisa berjalan. Salah satu caranya dengan mengedepankan atau membangun perikanan budidaya. Menjadi salah satu hal penting dari sisi food security juga," tuturnya.

Pelaksanaan program-program kerja sektor kelautan dan perikanan ini, kata Trenggono, akan mengedepankan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk di dalamnya perguruan tinggi.

"Mohon dukungan semua pihak, para inisnyur untuk membantu saya di bidang ini. Mari kita bersama membangun sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang berdaya saing, berdaulat, dan berkelanjutan serta ramah lingkungan," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓