Kementerian PUPR Kerahkan Alat Berat Tangani Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 16 Jan 2021, 19:15 WIB
Diperbarui 16 Jan 2021, 19:16 WIB
Kementerian PUPR membantu penanganan darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR di Kabupaten Majene, Sulbar dan banjir di Kota Bannarmasin dan sekitarnya, Kalsel. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Kementerian PUPR membantu penanganan darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR di Kabupaten Majene, Sulbar dan banjir di Kota Bannarmasin dan sekitarnya, Kalsel. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) turut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dan banjir di Kota Bannarmasin dan sekitarnya, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat. Yakni dengan menunjuk Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Ditjen Bina Marga Thomas Setiabudi Aden sebagai komandan lapangan penanganan darurat bencana gempa di Sulbar, serta Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia untuk penanganan banjir di Kalsel.

Keduanya akan mengkoordinasikan balai-balai teknis di lingkungan Kementerian PUPR provinsi untuk melaksanakan penanganan tanggap darurat.

Lebih jauh, Menteri Basuki mengatakan penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilakukan melalui kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan swasta.

"Kita minta kontraktor yang tengah membangun infrastruktur di sekitar Sulbar maupun Kalsel untuk membantu penanganan tanggap darurat. Misalnya di Sulbar membantu proses pembersihan puing-puing bangunan, di Kalsel misalnya membantu mobilisasi bahan banjiran dan perahu karet untuk evaluasi warga," imbuhnya, Sabtu (16/1/2021).

Beberapa kontraktor yang bekerja di Sulbar dan Sulteng antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero). Sementara di Kalsel yakni PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya.

Sebagai upaya penanganan darurat bencana gempa di Sulbar, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat untuk memulai pembersihan puing-puing bangunan di Kabupaten Mamuju dan Majene yang kondisinya paling parah. Alat berat yang telah dikerahkan berupa 9 excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit dozer, 1 unit tronton, 5 unit dump truck, dan 1 unit mobil crane.

Selain itu, Kementerian PUPR juga mengerahkan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi dan masyarakat terdampak. Mencakup 6 unit Mobil Tangki Air, 30 unit tangki air, 1 unit mobil toilet, dan 10 unit tenda darurat.

Langkah lanjutan yakni audit kerusakan bangunan dan infrastruktur, terutama kantor pemerintahan dan fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar dan infrastruktur pendukung perkotaan dan irigasi. Hasil audit akan menjadi data untuk program penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Sulbar.

Untuk penanganan banjir d Kalsel, dukungan tanggap darurat Kementerian PUPR diantaranya dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II Ditjen SDA dengan memberikan bantuan 4 buah perahu karet, serta 8 pelampung kepada Pemkab Banjar untuk evakuasi warga terdampak banjir.

Pada posko pengungsi, disalurkan oleh BPPW Kalsel Ditjen Cipta Karya berupa 1 unit Mobil Tangki Air berkapasitas 4000 liter dan Hidran Umum berkapasitas 2000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta mobil toilet dan mobil tinja untuk keperluan sanitasi.

 

2 dari 3 halaman

Konektivitas

Banjir Kalsel
Perbesar
Banjir melanda Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akibat intensitas hujan yang tinggi. (Liputan6.com/ Ist)

Guna pemulihan konektivitas, dilakukan perbaikan/penggantian Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang-Pelaihari-Batu Licin) dengan jembatan Bailey.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel juga melakukan penanganan pada Jembatan Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim) yang putus akibat banjir dengan membangun jembatan sementara berupa sheetpile baja untuk orang dan kendaraan kecil. Selanjutnya sebagai alas jembatan sementara, BWS Kalimantan II mengirimkan 1.000 sand bag berisi pasir/tanah.

Di samping Kabupaten Banjar, banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di kota/kabupaten sekitarnya, seperti Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Balangan, Kabupaten Banjarbaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Tim tanggap darurat Kementerian PUPR terus berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD untuk melakukan pendataan kerusakan dan korban banjir serta mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓