Nilai Ekspor Desember 2020 Tembus USD 16,54 Miliar, Tertinggi Sejak 2013

Oleh Liputan6.com pada 15 Jan 2021, 10:13 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 10:13 WIB
Kinerja Ekspor dan Impor RI
Perbesar
Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). Ekspor dan impor masing-masing anjlok 18,82 persen dan ‎27,26 persen pada momen puasa dan Lebaran pada bulan keenam ini dibanding Mei 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Desember 2020 sebesar USD 16,54 Miliar. Ekspor tersebut merupakan terbesar sepanjang 2020 dan tertinggi sejak Desember 2013.

"Bisa dilihat pada Desember 2020, nilai ekspor kita USD16,54 miliar. Perkembangan ekspor Desember ini sangat menggembirakan karena nilai ekspor Desember merupakan tertinggi selama tahun 2020," ujarnya, Jumat (15/1).

"Dan kalau melacak ke belakang lagi, nilai ekspor bulanan pada Desember 2020 ini adalah tertinggi sejak Desember 2013 yang pada waktu itu USD 16,97 miliar," sambungnya.

Secara year on year nilai ekspor Desember 2020 meningkat bagus sekali 14,63 persen, dan peningkatan ekspor ini terutama didorong karena peningkatan ekspor non migas yang mengalami kenaikan 16,73 persen. Sementara ekspor migasnya mengalami penurunan 10,10 persen.

"Perkembangan ekspor Desember sangat menggembirakan. Biasanya Desember itu impor ekspor menurun karena banyak hari libur, tapi pattern pada bulan Desember 2020 ini terbalik dan ini tentunya sangat menggembirakan," jelasnya.

Nilai ekspor Indonesia menurut sektor pada Desember, untuk sektor pertanian mengalami penurunan 3,75 persen. Komoditas yang menurun cukup besar antara lain buah-buahan tahunan, udang hasil tangkap, cengkeh dan biji kakao.

Tetapi kalau bandingkan year on year, tumbuh menggembirakan 16,61 persen. Komoditas pertanian yang meningkat tahunan dan beri sumbangan besar adalah sarang burung, tanaman obat aromatik dan rempah, cengkeh, kopi, hasil hutan bukan kayu.

Ke depan, Suhariyanto berharap ekspor terus membaik seiring dengan naiknya permintaan berbagai komoditas dari negara tujuan utama. Kemudian juga peningkatan harga komoditas dan penanganan kesehatan di banyak negara termasuk Indonesia.

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 2,1 Miliar di Desember 2020

Kinerja Kerja Ekspor dan Impor Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Agustus 2019 menurun. Total ekspor Indonesia mencapai US$ 14,28 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada periode Desember 2020 mengalami surplus sebesar USD 2,1 miliar. Surplus tersebut berasal dari ekspor dan impor pada bulan lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada Desember 2020, nilai ekspor tercatat USD 16,54 miliar, tumbuh 14,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bulan sebelumnya, ekspor tumbuh 9,54 persen.

"Banyak komoditas yang mengalami penigkatan harga seperti batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, tembaga, dan aluminium. Peningkatan harga ini akan berpengaruh besar kepada nilai ekspor pada Desember 2020," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Sementara itu nilai impor Indonesia pada Desember tercatat USD 14,44 miliar. Apabila dibandingkan dengan November 2020, impor tersebut mengalami kenaikan sebesar 14 persen.

"Meskipun secara year on year nilai impor pada Desember 2020 ini turun tipis sekali 0,47 persen. Secara month to month kenaikan impor 14 persen terjadi karena adanya kenaikan impor migas dan non migas," paparnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait