Pembangunan Pabrik Baterai di Indonesia Mulai Februari 2021

Oleh Liputan6.com pada 30 Des 2020, 12:50 WIB
Diperbarui 30 Des 2020, 12:50 WIB
Baterai Mobil Listrik
Perbesar
Warna biru itu merupakan baterai di mobil listrik (Foto: Electrek).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah meneken kerjasama dengan LG Energy Solution Ltd untuk membuat pabrik baterai bagi kendaraan listrik. Kerja sama di bidang industri sel baterai kendaraan listrik ini bernilai USD 9,8 miliar atau Rp 138 triliun.

"Alhamdulillah dari dinamika tersebut tanggal 18 Desember pemerintah tanda tangan MoU dengan LG grup yang menggandeng perusahaan Hyundai. Ini udah MoU untuk pembangunan pabrik baterai listrik yang terintegrasi," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dalam Keterangan Pers Kepala BKPM Tentang Investasi Baterai Listrik LG Energy Solution & Konsorsium BUMN, Jakarta, Rabu (30/12).

Selama proses negosiasi ini, Bahlil menyebut telah melibatkan para perusahaan BUMN yang akan menjadi pelaksana kerja sama ini. Sehingga diperkirakan pada Januari 2021, akan ada penandatanganan kerjasama investor dengan pada perusahaan BUMN yang terlibat.

"MoU ini dibahas dengan BUMN, jadi setelah ini, Januari sudah tanda tangan kontrak dengan BUMN," kata dia.

Adapun empat perusahaan plat merah yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Bahlil memperkirakan, setelah penandatanganan kontrak investor dengan BUMN akan langsung dilakukan realisasi kerja sama.

Pelaksanaan tersebut diperkirakan bisa dikerjakan pada Februari 2021. "Februari sudah action tahap pertama," kata dia.

Sementara itu, terkait pembuatan kendaraan listrik diperkirakan sudah mulai produksi di November 2021. Maka pembuatan pabrik baterai listrik pun akan dikebut karena 50-60 persen komponen kendaraan listrik merupakan baterai.

"Sudah 2021 mobil listrik. Tahun 2021 listrik sudah go," kata dia.

Meski kendaraan listrik sudah mulai diproduksi, tetapi produksi kendaraan berbahan bakar fosil tetap dilanjutkan tahun depan. "Jadi selain mobil BBM, ada juga mobil listriknya," kata dia mengakhiri.

Anisyah Al Faqir

2 dari 3 halaman

Kawasan Industri Batang Bakal Jadi Lokasi Produki Baterai Mobil Listrik

Mobil Listrik Pertama Lexus UX 300e (Arief A/Liputan6.com)
Perbesar
Mobil Listrik Pertama Lexus UX 300e (Arief A/Liputan6.com)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian proyek pemgembangan industri baterai listrik akan berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah yang sudah ditinjau oleh Presiden Jokowi pada akhir Juni lalu.

“Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan percontohan kerjasama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja,” kata kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam Keterangan Pers Kepala BKPM Tentang Investasi Baterai Listrik LG Energy Solution, Rabu (30/12/2020).

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

Jelasnya, pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

“Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik, dimana baterai memegang peranan kunci, bisa mencapai 40 persen dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik,” jelasnya.

Sementara dalam realisasi investasi proyek, perusahaan patungan ini akan memprioritaskan bekerjasama dengan pengusaha nasional, pengusaha nasional yang ada di daerah dan UKM (Usaha Kecil dan Mikro) lokal yang memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam setiap rantai pasok.

“Dengan demikian diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional yang berdampak positif bagi daerah,” ujarnya.

Sehingga investasi ini akan menjadi model kolaborasi komplet yang melibatkan perusahaan asing dengan reputasi global, BUMN yang mumpuni, dan pelaku ekonomi swasta nasional/daerah yang kuat.

Hal lain yang juga menjadi bagian dari nota kesepahaman antara LG Energy Solution & Konsorsium BUMN adalah memprioritaskan produk lokal untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional.

“Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa proyek investasi raksasa ini akan menyerap sebesar-besarnya Tenaga Kerja Indonesia,” katanya.

Adapun berdasarkan data BKPM, investasi asal Korea Selatan tahun 2015  kuartal 3 tahun 2020 tercatat sebesar USD 8,12 miliar dengan 17 ribu proyek, 3.162 perusahaan dan menyerap tenaga kerja langsung 660.555 orang.

“Meski tahun 2020 dunia mengalami perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19, investasi Korea Selatan terus bergerak positif,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓