Dukung Keterbukaan Informasi, Bank Indonesia Rias Wajah Situs Resminya

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 29 Des 2020, 19:24 WIB
Diperbarui 29 Des 2020, 19:29 WIB
Cek Jadwal Kegiatan Operasional dan Layanan Publik BI Selama Mitigasi COVID-19
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia meluncurkan tampilan baru pada laman situs resmi www.bi.go.id. Hal ini bertujuan untuk mendukung keterbukaan informasi dan mempermudah pengunjung dalam mendapatkan rilis yang dikeluarkan bank sentral.

Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan literasi tentang Bank Indonesia melalui wajah baru tersebut.

"Terutama memang web kita ini kan salah satu tujuannya untuk publikasi informasi. Web ini salah satu source untuk berita dan survey yang dikeluarkan Bank Indonesia," kata Jumanto dalam sesi bincang santai virtual bersama wartawan, Selasa (29/12/2020).

Menurut dia, hal pertama yang dicari warganet dalam mengunjungi sebuah situs adalah kemudahan dalam mengakses informasi. Hal tersebut yang kurang didapati Bank Indonesia dengan tampilan lamanya.

Junanto mengatakan, pengunjung laman resmi BI dahulu kerap tersesat lantaran template situs yang rumit dan terlalu padat.

"Dulu problema dari website kita itu kalau masuk klik, klik, klik, nyasar, enggak bisa keluar. Jadi banyak yang tersesat dalam website kita karena jalannya begitu banyak," ungkapnya.

"Tampilan utamanya terlalu padet. Jadi begitu buka halaman pertama pusing," tambah Junanto.

Namun sekarang, ia berharap pengunjung situs resmi Bank Indonesia mau berlama-lama berkelana di sana. Pengunjung pun akan disajikan berbagai informasi terkini seputar bank sentral.

"Website ini kita bikin untuk komunikasi kita dengan publik, dan ini informasi semua tentang Bank Indonesia di sini. Jadi memang secara umum Bank Indonesia sumber informasinya di sini. Di medsos-medsos kita memang banyak sebar berita, tapi nanti hub-nya di website Bank Indonesia," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Bank Indonesia Raih Sertifikat Kearsipan Sangat Baik dari ANRI

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5 Persen
Perbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberikan sertifikat akreditasi A atau sangat baik kepada Bank Indonesia (BI) dalam mengelola dokumentasi atau kearsipan.

Pemberian sertifikat ini diwakili oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo kepada Gubernur BI Perry Warjiyo secara virtual, Senin 28 Desember 2020.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam hal pengelolaan arsip, yang menurutnya patut untuk dicontoh oleh kementerian/lembaga lainnya.

"Semoga Bank Indonesia akan menjadi contoh kepada kementerian dan lembaga-lembaga lain dalam upaya untuk menghimpun arsip-arsip agar bisa dinikmati, agar bisa diapresiasi oleh seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia," ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Selain menerima akreditasi kearsipan sangat baik, Bank Indonesia pada saat bersamaan juga menyerahkan arsipnya kepada ANRI. Terdapat sebanyak 64 arsip dalam bentuk berkas biro lalu lintas devisa (BLLD) yang diserahkan bank sentral.

Di sisi lain, ANRI juga memberikan apresiasi terhadap 11 Satuan Kerja Bank Indonesia yang berhasil meraih statement of compliance ISO 15489 Records Management.

Pasca menerima penghargaan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku bangga dan termotivasi untuk terus meningkatkan tata kelola sebagai bank sentral, sekaligus lembaga negara untuk berkinerja lebih baik.

"Ini betul-betul merupakan hadiah di penghujung tahun. Ini sungguh-sungguh membanggakan kami," tutup Perry Warjiyo.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓