4 Kunci Sukses Ciptakan SDM Keuangan Syariah yang Unggul

Oleh Liputan6.com pada 29 Des 2020, 12:18 WIB
Diperbarui 29 Des 2020, 12:18 WIB
20160714- Bank Syariah Siap Jadi Bank Persepsi-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Petugas menghitung uang di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Kamis (14/7). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan hanya bank syariah besar yang dilibatkan dalam pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ada empat kunci sukses dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di sektor ekonomi keuangan syariah. Salah satu kunci tersebut adalah strategi edukasi keuangan syariah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, grand strategy edukasi keuangan syariah harus sejalan dengan masterplan pengembangan ekonomi keuangan syariah. Baik secara nasional yang sudah dirumuskan dalam Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) maupun di masing-masing lembaga.

Dia menyebut, di BI pengembangan literasi edukasi itu merupakan salah satu dari tiga pilar pengembangan ekonomi keuangan syariah. Di mana pilar pertama adalah bagaimana turut serta mengembangkan ekonomi keuangan syariah dalam menciptakan halal value chain di dalam sektor sektor unggulan.

Pilar kedua adalah pengembangan keuangan syariah baik keuangan komersial melalui bank dan lembaga keuangan maupun juga keuangan sosial seperti zakat. Dan pilar ketiga yakni edukasi, riset, dan literasi.

"Ini sudah ada masterplan ekonomi keuangan syariah secara nasional maupun di Bank Indonesia juga sudah ada. Sehingga grand strategi edukasi literasi riset di bidang keuangan syariah harus sebagai bagian tidak terpisahkan dari masterplan itu itu adalah kata kunci yang pertama," kata dia dalam acara Sharia Business & Academic Sinergy, yang digelar virtual, Selasa (29/12).

 

2 dari 4 halaman

Kunci Kedua

Pertumbuhan Layanan Digital Bank Meningkat di Masa Pandemi COVID-19
Perbesar
Nasabah memanfaatkan layanan digital bank melalui layanan Mandiri Syariah Mobile di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Mandiri Syariah juga mengoptimalkan metode pembayaran digital tanpa uang tunai sebagai upaya untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di Era New Normal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perry mengatakan, kunci kedua untuk ciptakan SDM unggul di sektor ekonomi keuangan syariah yakni dengan adalah link and match. Bagaimana pihaknya akan terus berupaya mengembangkan edukasi literasi ekonomi keuangan syariah yang betul-betul terintegrasi link and match dengan user.

Dia memandang, link ini menjadi penting bagaimana pemerintah dan BI akan mengembangkan edukasi ekonomi keuangan syariah di kampus-kampus, juga kampanye-kampanye, sosialisasi terintegrasi dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Memang disinilah tantangannya bagaimana pengembangan kurikulum misalnya di perguruan tinggi maupun juga di high-level SMA di berbagai bidang itu tentu saja teori menjadi sangat penting kaidah-kaidah hukum menjadi penting. Tapi bagaimana itu aplikasinya baik di bidang pengembangan ekonomi maupun di dalam keuangan syariah," sebutnya.

 

3 dari 4 halaman

Kunci Ketiga dan Keempat

20160714- Bank Syariah Siap Jadi Bank Persepsi-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Petugas melayani nasabah di Bank Mandiri Syariah di Jakarta, Kamis (14/7). Sejumlah bank syariah mengaku siap menjadi bank persepsi, Jakarta, Kamis (14/7). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selanjutnya kunci ketiga yakni mengenai kecakupan. Di mana dalam hal ini BI melakukan kecakupan dalam riset dan assesmen di bidang ekonomi keuangan syariah dengan kolaborasi bersama kementerian lembaga. Penerapan riset menjadi penting di dalam publikasi

Kemudian yang kedua cakupannya adalah mengenai lembaga dan infrastrukturnya. Baik yang mencakup perguruan tinggi dan lembaga, riset lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, dan otoritas. Dan cakupan terakhir adalah edukasi. "Edukasi ada formalnya di perguruan tinggi baik mengenai kurikulumnya maupun vokasi dan profesinya," katanya.

Kunci terakhir adalah sinergi atau jamaah. Perry memandang dalam menciptakan SDM unggul di bidang ekonomi keuangan syariah perlu dukungan bersama-sama, atau tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Jamaah ini adalah kerja kita bersama enggak bisa dilakukan oleh BI saja tidak bisa dilakukan oleh Kementerian Agama saja. Sinergi jamaah ini yang harus kita lakukan," tandasnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓