Menteri Teten Beberkan Peluang UMKM di Pasar Digital, Apa Saja?

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 29 Des 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 29 Des 2020, 11:00 WIB
FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk beranjak digital. Menurutnya, pasar digital menyimpan banyak peluang bagi pelaku UMKM untuk jadi lebih besar, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Tren ekonomi digital selama pandemi Covid-19 tumbuh positif, 38 persen pengguna internet baru, 93 persen konsumen tetap memanfaatkan digital pasca pandemi, dan rata-rata waktu online per harinya 4,3-4,7 jam per orang," paparnya dalam konferensi akhir tahun 2020 secara virtual, Selasa (29/12/2020).

Teten melaporkan, jumlah pelaku UMKM di ekosistem digital saat ini telah mencapai 10,25 juta, atau sekitar 16 persen dari total populasi UMKM. Perluasan akses pasar ini jadi peluang untuk menjemput pasar digital di Indonesia yang bakal terus membesar.

"Ini merupakan peluang baru di masa pandemi Covid-19, dimana porsi ekonomi digital Indonesia adalah terbesar di Asia Tenggara, dimana tahun 2025 diprediksi nilai transaksi ekonomi digital mencapai sekitar Rp 1.826 triliun," jelasnya.

Tak hanya sekadar mengimbau, pemerintah disebutnya juga telah memberikan pelayanan bagi UMKM yang hendak beranjak digital. Seperti pelatihan e-learning melalui situs edukukm.id.

"Respon yang diterima masyarakat cukup antusias. Selama pandemi ini sudah lebih dari 102 ribu masyarakat telah mengakses dan mengikuti kelas daring melalui edukukm.id," kata Teten.

"Kami juga akan dan telah melakukan upaya pengembangan koperasi dan UMKM dengan meningkatkan nilai tambah dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional, melalui transformasi ke rantai nilai, melalui korporatisasi," tambahnya.

Merespon permintaan pasar digital yang terus menguat, pemerintah pun berupaya mempermudah ketersediaan bahan baku di dalam negeri sehingga biaya produksi UMKM bisa meningkat.

"Tak kalah pentingnya, keunggulan produk berbasis teknologi bagi UMKM," imbuh Teten Masduki.

2 dari 3 halaman

Menteri Teten: Nasib UMKM Tergantung pada Penanganan Covid-19

Menkop UKM Dorong Pelaku UMKM Terus Berinovasi Menangkap Peluang Saat Pandemi
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan 2020 ini merupakan tahun yang sangat berat bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pandemi Covid-19 telah membuat pelaku UMKM kesulitan selama 9 bulan terakhir.

Oleh karenanya, ia menaruh harapan pada penanganan Covid-19, sebab nasib UMKM ke depannya akan bergantung pada hal tersebut.

"Segala yang kita rencanakan ini akan tergantung dari penanganan perkembangan Covid-19, yang sampai sekarang ini masih belum terkendali," kata Menteri Teten Masduki dalam konferensi akhir tahun 2020 secara virtual, Selasa (29/12/2020).

Menurut dia, angka penyebaran Covid-19 yang masih tinggi mencapai 6.894 kasus baru per hari saat ini jadi tantangan tersendiri. Situasi pandemi ini disebutnya lebih menyulitkan dibanding krisis 1998 dan 2008, dimana saat ini UMKM sangat terdampak baik dari sisi supply maupun demand.

Kendati demikian, Teten menyatakan, masyarakat dan pelaku UMKM kini lebih optimistis dalam menghadapi situasi pandemi. Ini berkat pelayanan digital yang disediakan pemerintah, seperti pada platform edukukm.id dan Badan Layanan Umum (BLU) Smesco Indonesia.

"Respon yang diterima masyarakat cukup antusias. Selama pandemi ini sudah lebih dari 102 ribu masyarakat telah mengakses dan mengikuti kelas daring melalui edukukm.id, serta 10.013 pelaku usaha kecil menengah melalui smart campus yang diselenggarakan oleh BLU kami yaitu Smesco Indonesia," terangnya.

Selain itu, kehadiran Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan ke dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 juga diharapkan dapat memberikan kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah, serta koperasi.

"Di dalam UU Cipta Kerja beberapa dukungan yang diberikan untuk UMKM seperti bentuk kemudahan dan kepastian dalam mengakses perizinan melalui izin tungggal bagi UMKM. Lalu dalam kemudahan mendaftarkan kekayaan hak intelektual, kemudahan mendirikan perseroan terbuka melalui biaya yang murah, serta kepastian legalitas bagi UMKM," tuturnya.

Dengan demikian, Teten menaruh harapan agar UMKM ke depannya bisa terus bertahan menghadapi situasi krisis pandemi Covid-19 dan dapat naik kelas.

"Eaya yakin UMKM bisa naik kelas. Oleh karena itu, maka kita jadikan UMKM sebagai pahlawan ekonomi dan memperkokoh perannya dalam perekonomian nasional dan mengurangi pengangguran," pungkas Teten Masduki.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓