BP Batam Telah Lelang 21 Proyek Infrastruktur Senilai Rp 125 Miliar di 2020

Oleh Ajang Nurdin pada 29 Des 2020, 10:25 WIB
Diperbarui 29 Des 2020, 10:26 WIB
Jembatan Barelang Dari Udara
Perbesar
Foto udara pemandangan dari jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Senin (7/5). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah melelang 21 paket pembangunan infrastruktur selama 2020. Beberapa infrastruktur tersebut adalah perbaikan jalan dan drainase.

PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan Boy Zasmita mengatakan, kegiatan tersebut bersumber dari PNBP tahun Angagran 2020 dengan total nilai kontrak mencapai Rp 125 miliar.

“Sejumlah proyek perbaikan jalan telah rampung 100 persen, di antaranya perbaikan Jalan Yos Sudarso, pembangunan jalan di Kaveling Sambau Nongsa, pembangunan jalur ke-2 Jalan Kawasan Industri Batam Centre, pembangunan Jalan Kolektor & Jembatan Kawasan Industri Sekupang, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah kawasan industri Kota Batam,” kata Boy Zasmita melaui keterangan tertulis, Selasa (29/12/2020).

Selanjutnya beberapa proyek yang juga telah rampung antara lain, Peningkatan Jalan Kawasan Industri Tanjung Uncang Jalan menuju PT Wasco Engineering Indonesia, menuju PT Rotary Engineering Indonesia, menuju PT Dock Lautan Lestari, dan menuju PT Caterpillar Indonesia.

“Dalam pengelolaan ini ada pula proyek multiyears yang masih akan berlanjut hingga tahun depan, di antaranya pembangunan dan supervisi jalur ke-2 Jalan Hang Kesturi, pembangunan dan supervisi Jalan dan Lengan Simpang Batu Ampar, dan pembangunan Jalan Kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai,” kata Boy Zasmita.

Boy mengungkapkan, dari sisi pengelolaan drainase semua telah rampung 100 persen, yaitu proyek Pembangunan Bangunan Pelintas Kaveling Mandiri, dan Pembangunan Bangunan Pelintas Graha Nusa Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu, mengatakan, dengan adanya sistem drainase dan insfrastruktur yang baik dapat membuat Kota Batam semakin mempermudah akses sehingga mendongkrak perekonomian kota untuk mewujudkan menjadi bandar dunia madani.

BP Batam Percepat Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 44,5 Miliar

Proyek Pembangunan Staregi Nasional di Batam
Perbesar
Proyek Pembangunan Staregi Nasional di Batam.

Sebelumnya, Pembangunan infrastruktur di Batam terus dipercepat. Diantara sejumlah proyek strategis nasional diantaranya perbaikan dermaga Pelabuhan Batu Ampar dan pelebaran jalan yang ditarget selesai dalam kurun enam bulan ke depan.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) sekaligus Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengatakan di akhir taun ini proyek pembangunan nasional di pastikan maksimal.

"Hari ini saya sengaja ingin meninjau proyek-proyek pembangunan. Mengingat saat ini sudah memasuki akhir tahun. Dimana proses pelebaran jalan ini dibuka dengan akses dari Pelabuhan Bongkar muat menuju Batam Center. Selanjutnya jalan yang berada di pinggir pantai (Ocarina,) ini menuju kawasan Bengkong Sadai," jelas Rudi saat peninjauan , Senin (7/12/2020).

Lebih lanjut kata Rudi, BP Batam sudah menyiapkan anggaran dan perencanaan untuk melakukan pembangunan ini. Dan pagi ini kita meninjau sejauh mana pelaksanaannya. Dan saya ingin pastikan pembangunannya bisa betul-betul mendekati sempurna.

Untuk Proyek Perbaikan Dermaga selatan Batu AmparSumber dana BNPB BP Batam sebesar Rp 21.059.868.531,76. Proyek pengerjaan Tander PT. Laju Nusantara Indonesia dengan waktu pelaksanaan 180 hari.

Selanjutnya di pelabuhan Batu Ampar ini, nantinya akan dibuat sebagai pelabuhan yang memiliki standar internasional. Untuk itu, jalan dan akses keluar dan masuknya harus diperbaikin terlebih dahulu, sambil menunggu pembangunan pelabuhan itu sendiri.

Selain itu, Rudi juga mengatakan pihaknya juga menggesa pembangunan terausan jalan pelabuhan ke kawasan Industri Kota Batam mulai Jalan Yos Sudarso, Batuampar hingga Nongsa dan Kawasan Marina.

Jalan tersebut rencana akan dibangun lima lajur di setiap jalurnya. Pembangunan jalan di kawasan tersebut, kata dia, sebagai pelancar akses keluar masuk kendaraan menuju dan dari Pelabuhan Batuampar.

"Untuk saat ini kita tambah satu lajur dulu, tapi sudah sekalian disiapkan untuk dibangun lima lajur," ujarnya.

Rudi mengaku pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut sebagai pendukung menjadikan Pelabuhan Batuampar sebagai Pelabuhan Internasional khusus bongkar muat peti kemas.

Selain itu untuk pusat kota Muhammad Rudi, mengatakan akan dibangun jalur pesepeda dari Bundaran Madani hingga Jembatan Bengkong Sadai. Jalan yang berada di Pasir Putih dan juga akan dilengkapi jalur pesepeda.

"Untuk jalur sepeda, kita bangun sepanjang jalan dengan lebar 2 meter, jalan utama dibangun lima lajur, ruang terbuka hijau 1,5 meter, pedestrian 2 meter di masing-masing jalur, serta median jalan 3 meter," ujarnya.

Kemudian Rudi berharap, dengan penataan jalan tersebut pembangunan Batam makin cepat dan masyarakat makin nyaman berkendara.

"Yang terpenting estetika Kota Batam makin memesona. Dan bisa menunjang Batam sebagai kota pariwisata," kata Rudi.

Untuk jalan yang dikerjakan PT Multi Sindo Internasional itu, anggarannya mencapai Rp 23.590.632.000 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender. Adapun sumber dana berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) 2020.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓