Proyek PLBN Terpadu Serasan di Natuna Target Rampung Februari 2022

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 28 Des 2020, 12:10 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 12:10 WIB
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau
Perbesar
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. (Dok. Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang ditargetkan rampung pada Februari 2022.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kawasan perbatasan seperti di PLBN Terpadu Serasan ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia.

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

PLBN Terpadu Serasan termasuk pos lintas batas dengan kategori kaut, sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan. Menurut data Kementerian PUPR, jumlah pelintas PLBN Serasan sekitar 30 orang tiap pekan.

Konstruksi PLBN Terpadu Serasan mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya sejak 5 November 2020, dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022.

Saat ini tengah dilakukan pekerjaan persiapan dan mobilisasi alat serta material antara lain tiang pancang, pasir, batu split, besi cor, dan alat batching plant dengan progres fisik multi years contract (MYC) sekitar 3,45 persen, atau 81,26 persen untuk tahun anggaran 2020.

Dalam pengerjaan proyek juga turut dibangun berbagai fasilitas seperti gudang barang, gudang transit, mess dan wisma pegawai. Kemudian juga kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, 4 rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, hingga rumah pompa air.

Total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan sebesar Rp 133,1 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2020-2021 (MYC).

Pembangunan kawasan perbatasan PLBN Terpadu Serasan ke depan tidak hanya fokus pada bangunan pos lintas batas saja, namun juga Kantor Syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. PLBN Serasan berjarak sekitar 536,61 km dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjung Pinang.

2 dari 3 halaman

Selain Dibangun PLBN, Kawasan Perbatasan akan Dijadikan Pusat Ekonomi Baru

PLBN Skouw
Perbesar
PLBN Skouw. (Dok. Kementerian PUPR)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan infrastruktur di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Arik di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, pengembangan kawasan perbatasan tidak hanya dengan membangun PLBN, namun kawasan tersebut juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Menteri Basuki, Kamis (12/11/2020).

Pembangunan PLBN Aruk tahap 1 meliputi zona inti yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Maret 2017. Zona inti PLBN Aruk dibangun di atas lahan 9,1 ha dengan total luas bangunan 7.619 m3 dan anggaran sebesar Rp 131 miliar.

Bangunan yang berada pada zona inti meliputi bangunan utama PLBN, bangunan pemeriksaan terpadu, rumah pompa, bangunan gudang sita, car wash, checkpoint, serta hardscape dan landscape kawasan yang diharapkan dapat melayani hingga 360 pelintas per hari sampai dengan 2025.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait