Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit Tumbuh 5 Persen di 2021

Oleh Liputan6.com pada 22 Des 2020, 13:45 WIB
Diperbarui 22 Des 2020, 13:45 WIB
Bank Mandiri Pimpin Pangsa Pasar Sindikasi Indonesia
Perbesar
Ilustrasi nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit di 2021 mencapai 5 persen. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan.

"Pertumbuhan kredit positif mungkinbaru terlihat di tahun 2021. Kami perkirakan maksimal single digit diangka 5 persen pertumbuhan kreditnya Bank Mandiri," kata dia dalam webinar Paparan Economic Outlook 2021, Selasa (22/12).

Panji mengatakan, proyeksi itu didasarkan atas kebijakan perpanjangan restrukturisasi kredit hingga 2022 serta pelonggaran penilaian kualitas kredit oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga memberi peluang lebih besar bagi banyak debitur untuk memanfaatkan perpanjangan waktu program relaksasi tersebut.

"Sementara ini masih membantuterjaganya rasio NPL di bawah 5 persen. Di bulan Oktober, rasio NPL masihterjaga pada 3.15 persen. Secara umum kondisi perbankan Indonesia masih terjaga dengan baik," paparnya.

Kemudian adanya kebijakan penurunan suku bunga dan Quantitative Easing oleh Bank Indonesia juga diyakini membuat likuiditas perbankan lebih terjaga dengan baik ke depannya.

Tak hanya itu, proyeksi pertumbuhan kredit tersebut juga berkaca pada sejumlah indikator kinerja perseroan yang terus menunjukkan pemulihan di sisa-sisa penghujung tahun 2020. Diantaranya yang pertumbuhan kredit meningkat sebesar 3,8 persen secara year on year (yoy). "Ini jauh di atas pertumbuhan industri," jelasnya.

Lalu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank pelat merah juga masih terjaga dengan baik di masa kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19 ini. "Dimana NPL masih cukup terjaga pada 3,33 persen secara yoy," paparnya.

Kemudian kondisi likuiditas terjaga dengan baik dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi mencapai 14,9 persen secara yoy.

Oleh karena itu, permintaan terhadap kredit diperkirakan akan melewati masaterendahnya pada tahun ini. "Ini sejalan juga dengan mulai bergeraknya sebagian aktivitas ekonomi masyarakat," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Bank Mandiri Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,4 Persen di 2021

Bank Mandiri Tawarkan Program Bunga KPR 5,99% di Festival Properti
Perbesar
Sebuah maket apartemen di tampilkan di Festival Properti Indonesia di Jakarta, Selasa (14/11). Festival property tersebut menawarkan program KPR suku bunga 5,99% efektif satu tahun pertama dan 6,35% efektif selama dua tahun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Treasury and International Banking PT Bank Mandiri (Persero), Panji Irawan yakin ekonomi Indonesia akan pulih di tahun depan, Pemulihan tersebut akan mulai terlihat pada kuartal II 2021. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 4,4 persen.

"Kami meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan mampu melewati Pandemi ini dengan pemulihan yang mungkin bisa kita lihat pada kuartal ke dua tahun 2021. Kami memperkirakan pada kuartal I tahun 2021 perekonomian Indonesia sudah bisa balik kembali tumbuh positif, sehingga secara full year akan dapat tumbuh sebesar 4,4 persen," ujar dia dalam webinar Paparan Economic Outlook 2021, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, proyeksi ini didasarkan pada asumsi kurva infeksi Covid-19 dapat dikendalikan. "Alhasil penerapan protokol kesehatan harus lebih diketatkan," paparnya.

Selain itu, adanya prospek pengadaan dan produksi vaksin secara global juga akan memperbaiki kinerja perekonomian global, termasuk Indonesia. "Sehingga masalah pandemi ini bisa cepat teratasi," terangnya.

Panji menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 juga ditunjang atas perbaikan berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama beberapa bulan terakhir. Khususnya terkait kebijakan Fiskal dan Moneter.

"Seperti respons kebijakan Fiskal dan Moneter yang sangat kian baik dari Pemerintah dan Otoritas Fiskal, Moneter, dan Perbankan melalui berbagai stimulus kepada perekonomian, sektor riil dan perbankan," ucapnya.

Kemudian, disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalammenciptakan iklim investasi di Indonesia yang lebih baik dan kondusif. "Sehingga diyakini realisasi investasi di tanah air akan lebih meningkat sebagai pendorong pemulihan ekonomi nasional," tegasnya.

Terakhir, adanya perbaikan dari harga-harga komoditas utama Indonesia seperti CPO, batubara dan karet. Walhasil akan mendongkrak perekonomian pada beberapa wilayah di Indonesia penghasil komoditas tersebut setelah meningkatnya penerimaan daerah.

"Dengan berbagai perkembangan tersebut, kami meyakini bahwa perekonomian tahun depan dapat tumbuh positif," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓