Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Turun di Kuartal I 2021

Oleh Liputan6.com pada 18 Des 2020, 18:15 WIB
Diperbarui 18 Des 2020, 18:15 WIB
Cek Jadwal Kegiatan Operasional dan Layanan Publik BI Selama Mitigasi COVID-19
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-7DDR) masih bisa turun ke level 3,5 persen pada kuartal I 2021, meski saat ini masih bertahan di 3,75 persen.

"Pasar sebetulnya sudah mengantisipasi penurunan suku bunga pada Desember 2020, tapi ketika itu tidak terjadi, investor tidak khawatir karena hal itu masih mungkin berlaku," kata Satria dikutip dari Antara, Jumat (18/12/2020).

Satria juga memproyeksikan bank sentral akan mengalami periode jeda panjang terkait kebijakan suku bunga acuan di 2021 untuk mempertimbangkan strategi lanjutan dari dampak kebijakan burden sharing.

"Setelah suku bunga turun menjadi 3,5 persen, bank sentral nanti akan sedikit menahan lebih lama, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah uang beredar dan potensi kenaikan inflasi," katanya.

Selain itu, ia meyakini pergerakan suku bunga acuan BI tahun depan masih akan berjalan seiring dengan keputusan The Fed (Bank Sentral AS) yang diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk mendorong perekonomian.

Sebelumnya, BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,75 persen berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16-17 Desember 2020.

"Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi tetap rendah dan stabilitas eksternal termasuk nilai tukar rupiah terjaga," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual usai RDG BI edisi Desember 2020.

Dalam kesempatan itu, bank sentral juga tetap mempertahankan suku bunga deposit facility tetap 3 persen dan suku bunga lending facility tetap 4,5 persen.

Pada RDG November 2020, BI menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi 3,75 persen dari sebelumnya 4 persen.

Total sejak 19 Desember 2019 hingga 17 Desember 2020, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 125 basis poin.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,75 Persen

Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 3,75 persen persen. Selain itu, suku bunga deposito facility juga tetap pada 3 persen, dan suku bunga lending facility 4,5 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Serta upaya bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020, memutuskan untuk mempertahankan BI-7DRR sebesar 3,75 persen. Suku bunga deposito facility juga tetap sebesar 3 persen, dan suku bunga lending facility tetap sebesar 4,5 persen,” ujar dia dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI, Kamis (17/12/2020).

Lebih lanjut, Perry mengatakan BI akan memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut melalui pembukaan sektor ekonomi produktif dan aman covid-19, akselerasi stimulus fiskal dalam APBN 2021, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial, serta akselerasi digitalisasi keuangan. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓