Bank Syariah Indonesia akan Masuk Jajaran 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

Oleh Liputan6.com pada 16 Des 2020, 17:20 WIB
Diperbarui 16 Des 2020, 17:20 WIB
BRI dan BRI Syariah Akselerasi Implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah
Perbesar
Dokumentasi: Bank BRI

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah mulai proses penggabungan dan kemudian akan berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Bank hasil merger ini memiliki aset Rp 214,6 triliun dengan modal inti Rp 20,4 triliun.

"Aset (Bank Syariah Indonesia) Rp 210 triliun," kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam Konferensi Pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Jumlah tersebut menempatkan bank hasil merger masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di tanah air dari sisi aset. Sekaligus menjadi Top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia memiliki 1.200 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Tiko sapaan Kartika, ingin kantor cabang ketiga bank ini bisa mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Bahkan menargetkan pengumpulan DPK harus bisa melampaui pencapaian dari bank konvensional.

"Diharapkan pertumbuhan ini bisa melebih pertumbuhan bank konvensional, karena kita memahami pertumbuhan aset bank syariah ini selalu lebih tinggi dari bank konvensional," kata dia.

Tiko menyebut target itu merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. "Ini merupakan arahan inisiatif dari presiden ini bisa jadi katalis ekonomi syariah di masyarakat," kata dia.

Selain itu Tiko mengatakan Bank Syariah Indonesia memiliki rencana untuk mendapatkan lisensi internasional. Sehingga berkesempatan untuk bisa mendapatkan akses ke global sukuk. Sebab, Indonesia masih membutuhkan pendanaan untuk berbagai infrastruktur.

"Karena kita memahami Indonesia butuh pendanaan infrastruktur," kata dia.

Namun, selama ini belum menggunakan sukuk syariah yang cocok untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembiayaan jalan tol, pembangkit listrik dan lainnya. Sukuk ini bisa menjadi pasar global yang dituju untuk melakukan pendanaan proyek baru atau proyek yang sudah ada di Indonesia.

2 dari 3 halaman

3 Bank Syariah BUMN Merger Jadi PT Bank Syariah Indonesia

20170209-Bank-Syariah-Jakarta-AY
Perbesar
Suasana transaksi perbankan Syariah di BRI Syariah, Jakarta, Kamis (9/2). Sampai akhir 2016 pertumbuhan perbankan syariah mencapai 19,67 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bank BRI Syariah Tbk resmi menyetujui penggabungan merger 3 bank syariah anak usaha BUMN, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa 15 Desember 2020.

Bank hasil merger akan bergabung secara efektif pada 1 Februari 2021, dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Dilansir dari keterangan resmi, BRIsyariah menggelar RUPSLB sebagai salah satu proses yang harus dilalui dalam proses merger tiga bank umum syariah milik anak perusahaan BUMN.

Kelima mata acara RUPSLB BRIsyariah adalah persetujuan atas penggabungan, persetujuan rancangan penggabungan, persetujuan akta penggabungan, persetujuan perubahan anggaran dasar, dan persetujuan susunan Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah Bank Hasil Penggabungan.

Dalam RUPSLB tersebut para pemegang saham BRIS menyepakati penggabungan perusahaan dengan PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

Kedua perusahaan tersebut telah disepakati untuk digabung ke dalam BRIsyariah, dan akan beroperasi pasca tuntasnya proses merger dan persetujuan merger diperoleh dari regulator dengan nama baru, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓