Telepon CEO Tesla, Jokowi Lobi Elon Musk Investasi ke Indonesia

Oleh Athika Rahma pada 13 Des 2020, 13:13 WIB
Diperbarui 13 Des 2020, 13:50 WIB
Jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi . (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Liputan6.com, Jakarta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelpon CEO Tesla Elon Musk, pada Jumat, 11 Desember 2020. Pada pertemuan tersebut, keduanya membahas peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla di Indonesia.
 
Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Jokowi , turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan.
 
"Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik," demikian ditulis Minggu (13/12/2020). 
 
Selain itu, Jokowi juga mengajak Elon Musk selaku CEO Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X. Seperti diketahui, Space X ialah perusahaan transportasi luar angkasa swasta yang telah mengembangkan keluarga roket Falcon dengan tujuan menjadi kendaraan peluncuran yang dapat dipakai ulang. 
 
Elon Musk sendiri menanggapi undangan tersebut dan tertarik untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. Dia berencana akan mengirimkan timnya ke Indonesia tahun depan. 
 
"Elon Musk akan mengirimkan timnya ke Indonesia pada bulan Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerja sama tersebut," demikian mengutip keterangan Kemenko Marves.
 
 
 
 
2 dari 3 halaman

Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar di Dunia, Luhut Diutus Jokowi 'Menghadap' Tesla?

Bertemu Sekjen Kementerian KP, Menko Luhut: Program yang Baik Jangan Berhenti
Perbesar
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan

Setelah mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja pada Oktober 2020, Presiden Jokowi langsung merencanakan tim tingkat tinggi untuk mempromosikan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang menyederhanakan peraturan berbisnis di Indonesia.

Rencananya minggu depan, seperti dikutip di laman Reuters, Jokowi akan mengirimkan tim besar ke Amerika dan Jepang. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang memimpin tim, ditugaskan bertemu eksekutif pabrikan mobil listrik Amerika Serikat, Tesla.

Tujuannya, mengukuhkan Indonesia sebagai produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia. 

"Ini sangat penting karena kita punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai litium terbesar dan kita punya (cadangan) nikel terbesar," sebut Jokowi.

Dalam wawancara terpisah, Luhut menjelaskan bahwa akan ada pertemuan dengan Bank Dunia dan pengelola dana AS, untuk membahas Omnibus Law dan proyek lingkungan Indonesia. 

Nah, berkaitan dengan pertemuan dengan Tesla, Luhut enggan berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa ada peluang bagus bagi perusahaan yang ingin berinvestasi, dalam pengolahan nikel Indonesia, untuk tujuan pemangkasan biaya. 

Untuk diketahui sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk pernah mengatakan bahwa dia berencana menawarkan kontrak raksasa dalam jangka waktu panjang selama nikel ditambang dengan cara yang efisien dan peduli terhadap lingkungan.

Luhut pun menegaskan, Indonesia bisa membuat rantai pasokan aki ramah lingkungan dalam tujuh hingga 8 tahun dengan menyalakan smelter dengan sumber energi terbarukan. Sehingga bisa menjual aki ramah lingkungan untuk mobil di pasar Eropa pada 2030.

 

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓