Nasabah PNM Mampu Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja Baru

Oleh Liputan6.com pada 10 Des 2020, 15:35 WIB
Diperbarui 10 Des 2020, 15:40 WIB
Jokowi Temui Ibu-Ibu Penerima Program Mekaar di Garut
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditemani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menemui ibu-ibu penerima program Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - EVP Keuangan dan Operasional PT PNM (Persero), Sunar Basuki mengatakan sampai 8 Desember 2020, jumlah nasabah PNM tahun 2020 sebanyak 7,7 juta. Meningkat dari 1,7 juta dari tahun 2019 yang hanya 6 juta nasabah.

"Ada 1,7 nasabah baru yang kami biayai (tahun ini)," kata Sunar di Jakarta, Kamis (10/12).

Riset yang dilakukan PNM kata Sunar, setiap nasabah PNM yang merupakan pelaku UMKM ini mampu menghasilkan 0,2 lapangan pekerjaan. Artinya sepanjang tahun 2020 telah menciptakan lapangan 2 juta lapangan pekerjaan.

"Setiap nasabah bisa menciptakan 0,2 lapangan pekerjaan. Kalau 1,7 juta nasabah dikali 1,2, ini kita bisa ciptakan 2 juta lapangan pekerjaan," kata dia.

Selain itu, dalam 2 tahun terakhir, PNM telah menyerap 10 ribu tenaga kerja. Terlihat dari jumlah pegawai PNM yang pada tahun 2018 sebesar 38 ribu menjadi 48 ribu di tahun 2020.

"Pertumbuhan karyawan kami meningkat dari 38 ribu di 2018 dan jadi lebih dari 48 ribu di 2020," kata Sunar.

Sunar menambahkan, memasuki Semester I-2020 PNM telah melakukan upaya digitalisasi. Pada paruh kedua tahun ini pihaknya intens mengimplementasikan proses bisnis Mekaar dan Ulamm.

Para pendamping nasabah PNM Telah diberikan aplikasi khusus untuk mempermudah proses pendampingan. Sehingga pembiayaan untuk nasabah tidak lagi memakai kertas dan data nasabah bisa langsung terkumpul di kantor pusat.

"Kita sudah mendigitalisasi atau membekali tenaga pendamping kita lebih dari 10 ribu lewat gawai yang disuntik aplikasi dengan paket data yang kita berikan," kata dia.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

PNM Mampu Gaet 7,5 Nasabah Program Mekaar hingga 30 November 2020

Jokowi Temui Ibu-Ibu Penerima Program Mekaar di Garut
Perbesar
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana menemui ibu-ibu penerima program Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1). Jokowi meminta penerima program Mekaar semangat menjalankan roda bisnis. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jumlah nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PT PNM (Persero) sampai 30 November 2020 tumbuh 29,66 persen menjadi 7,5 juta. Naik dari periode yang sama di tahun 2019 sebanyak 5,8 juta nasabah.

"Jumlah nasabah Mekaar per 30 November 2020 7.588.910 ,naik 29,66 persen dibandingkan tahun lalu pada November 2019, 5.852.837 nasabah," kata EVP Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Peningkatan jumlah nasabah di masa pandemi ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan. Selama 11 bulan di tahun 2020, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 21,4 triliun. Meningkat dari tahun sebelumnya di periode yang sama yakni Rp 17,8 triliun.

Outstanding PNM juga naik 25 persen menjadi Rp 23,6 triliun tahun ini dari sebelumnya Rp 17,5 triliun. Sementara itu, kualitas pembiayaan hingga 30 November 2020 1,05 persen.

Terjadi penurunan NPL di PNM dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1,39 persen. Lebih rinci, Sundar mengatakan NPL dari program Mekaar tetap berada di angka 0,15 persen dan program Ulamm sebesar 2,99 persen.

Sundar mengatakan pencapaian ini menjadi prestasi di tengah bisnis industri yang justru mengalami penurunan selama pandemi Covid-19.

"Ini tentu merupakan prestasi PNM. Hampir banyak industri yang mengalami penurunan kinerja, sementara PNM yang kinerjanya tumbuh menonjol," kata Sunar.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓