Kaleidoskop 2020: 5 Dampak Corona Covid-19 ke Ekonomi hingga Pelarangan Masuk Warga China

Oleh Tira Santia pada 10 Des 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 10 Des 2020, 18:00 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 ternyata mampu menembus benteng pertahanan Indonesia di awal tahun ini. Semula, sebagian besar pejabat yakin bahwa virus yang berasal dari Wuhan China ini tidak akan masuk ke Indonesia. Namun ternyata keyakinan tersebut salah.

Bahkan tiap minggu angka-angka statistik terkait pandemi Covid-19 selalu mencetak rekor baru. Pada 9 Desember 2020, angka harian kasus meninggal karena Covid-19 di Indonesia bertambah 171 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan harii-hari sebelumnya.

Beberapa artikel terkait pandemi Corona Covid-19 menjadi artikel yang banyak dibaca sepanjang empat bulan pertama di 2020. Berikut ini empat artikel atau berita paling menarik di kanal bisnis Liputan6.com pada periode Januari hingga April 2020:

5 Dampak Virus Corona ke Ekonomi Indonesia

Virus corona yang tengah merebak menjadi perhatian masyarakat dunia. Hal itu dikarenakan dampak dari virus tersebut bisa menyebabkan kematian, dan ini sudah ditemukan di beberapa negara.

Penyebaran virus ini pun dikhawatirkan sampai ke Indonesia. Sebab, beberapa negara di ASEAN sudah ditemukan korban dari Virus Corona, salah satunya Singapura.

Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah mengawasi ketat di jalur masuk ke Indonesia. Mulai dari pelabuhan dan bandara. Ini untuk memastikan setiap orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri tidak terjangkit virus corona.

"Kita kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit. Tapi sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit corona," ujar dia.

Dampak virus corona ini dipastikan akan berdampak pada sektor ekonomi Indonesia. Berikut dampak dari virus Corona terhadap Indonesia.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

2 dari 4 halaman

2. Kenali Ciri-ciri Gejala Virus Corona

FOTO: Menkes dan Komite Penanganan COVID-19 Bahas Vaksin Bersama Komisi IX
Perbesar
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) bersama Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir (kiri) saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto membeberkan beberapa ciri-ciri dari gejala virus corona. Salah satunya yakni dimulai dari batuk.

"Tapi bukan hanya batuk saja. Harus demam, bukan itu saja tapi juga harus sesak napas," kata dia.

Ketika seseorang memiliki ketiga tanda tersebut maka tidak bisa diindikasikan orang tersebut terkena virus corona atau tidak. Sebab, itu tidak terjadi apabila orang bersangkutan tidak mengalami kontak langsung dengan orang terkena virus tersebut.

"Tapi Kalau 3 hal saja ada, tapi hal kontak di daerahnya tidak ada ya jangan kamu dikit-dikit semua dikatakan sebagai virus corona dari Wuhan," tambah dia.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

3 dari 4 halaman

IMF: Hanya Ada 3 Negara Asia Mampu Bertahan Hadapi Corona, Indonesia Salah Satunya

Logo IMF
Perbesar
(Foto: aim.org)

International Monetary Fund (IMF) dan World Bank memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara yang mampu bertahan dari wabah virus asal China tersebut.

"Proyeksi untuk Asia, termasuk Indonesia dari dua institusi, yaitu World Bank dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen di kuartal II dan III pada tahun ini, sementara pertumbuhan akan membaik di kuartal IV-2020.

"Untuk Indonesia, saat ini, skenario kita sudah turun di 2,3 persen. Ini adalah dampak dari Covid-19 yang paling severe atau paling parah terjadi di kuartal kedua tahun ini dan mungkin akan continue di kuartal tiga dan mungkin agak mulai membaik di kuartal keempat,” jelas dia.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

4 dari 4 halaman

4. Meski Dilarang Akibat Corona, 811 Warga China Masih Transit di Indonesia

Takut Corona, Warga Seoul Antre Mengular Beli Masker
Perbesar
Warga mengantre untuk membeli masker di luar sebuah supermarket di Seoul, Korea Selatan, Rabu (4/3/2020). Infeksi virus corona atau COVID-19 di Korea Selatan hingga saat ini telah menewaskan 32 orang. (Jung Yeon-je/AFP)

Pemerintah resmi melarang warga negara China masuk Indonesia sejak 5 Februari 2020. Kebijakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar Indonesia tak terjangkit virus corona.

Namun meski kebijakan ini diterapkan oleh pemerintah, masih tetap ada warga negara China yang nekat datang ke Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian keuangan, sebanyak 811 warga China masih berdatangan ke Indonesia. Di mana sebanyak 550 warga China berkunjung di 5 Februari pasca ditetapkan larangan tersebut.

Kemudian, di 6 Februari kembali masuk sebanyak 285 orang. Sementara di 8 Februarinya tercatat masih ada 3 orang yang masuk ke Indonesia. Sehingga total keseluruhan sejak diberlakukan kebijakan pelarangan tersebut, pemerintah kecolongan sebanyak 811 warga China masuk ke Indonesia.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓