3 Prinsip Ahok Besarkan Pertamina: Cengli, Cuan dan Cincai

Oleh Liputan6.com pada 02 Des 2020, 19:39 WIB
Diperbarui 02 Des 2020, 19:41 WIB
Senyum Ahok Usai Temui Jokowi di Istana
Perbesar
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama tersenyum usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Senin (9/12/2019). Pertemuan tersebut Presiden meminta agar memperbaiki defisit neraca perdagangan kita di sektor petrokimia dan migas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok memiliki tiga prinsip utama untuk membesarkan perusahaan minyak dan gas (migas) milik negara tersebut. Tiga prinsip tersebut disingkat 3C yakni cengli, cuan dan cincai.

Ahok menggunakan kata dari bahasa mandarin cengli yang bermakna keadilan atau fairness. Kata cuan bermakna keuntungan. Sedangkan cincai untuk menunjukkan kesepakatan.

"Cengli itu fairness, kemudahan dalam berbisnis. Kedua cuan, keuntungan, kita butuh keuntungan. (Ketiga) Solution, cincai artinya mudah," tutur Ahok dalam konvensi 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas secara virtual, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan dalam berbisnis itu sangat mudah. Tidak perlu banyak bicara dalam menjalankan bisnis. "Sangat simple, kita tidak perlu bicara terlalu banyak," kata dia.

Selain itu, untuk membesarkan Pertamina, Ahok akan secara masif menambah distribusi minyak ke seluruh Indonesia. Dalam 4 tahun ke depan, Pertamina akan membuat 40 ribu Pertashop.

Meskipun sebenarnya dia ingin menambah hingga 80 ribu Pertashop dengan dasar satu desa satu Pertashop. "Tapi bagi saya, saya ingin 70 ribu sampai 80 ribu Pertashop karena saya sungguh ingin implementasikan one village one prestashop," kata Ahok mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ahok Target 50 Juta Pelanggan SPBU Gunakan Aplikasi Pertamina

20170509-Ahok Divonis 2 Tahun Penjara-Pool
Perbesar
Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berunding dengan tim penasehat hukum setelah pembacaan putusan sidang di Kementan, Jakarta, Selasa (9/5). Majelis Hakim menjatuhkan vonis selama dua tahun penjara terhadap Ahok. (Liputan6.com/sigid Kurniawan/Pool)

Sebelumnya, dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Tbk., Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin subsidi yang diberikan langsung kepada pihak yang dinilai berhak mendapatkannya. Dia tidak ingin subsidi diberikan lewat pengguna produk bukan lewat produknya.

"Kami harus miliki instrumen untuk berikan langsung ke orang yang tepat diberikan subsidi. Subsidi ke orang bukan produk," kata Basuki dalam konvensi 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas secara virtual, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Metode subsidi ini baru bisa dilakukan bila semua pelanggan telah menggunakan aplikasi Pertamina. Saat ini Pertamina sedang memberikan potongan harga untuk Pertalite jika dibeli menggunakan aplikasi.

"Sedang terjadi ketika diskon pertalite dengan aplikasi Pertamina," kata dia.

Ahok, sapaan Basuki menambahkan sekarang Pertamina sedang menyempurnakan sistem akuntansi yang ada. Tujuannya agar semua SPBU bisa memberikan potongan harga dan bisa menghitung secara otomatis potongan harga yang diberikan.

Data yang terkumpul di aplikasi tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk membuat strategi pemasaran Pertamina. Sebab, dibandingkan dengan kompetitor lainnya, Pertamina ingin menguasai 40-50 juta pelanggan SPBU.

"Ini adalah Pertamina baru. Kami ingin sekitar 40-50 juta semua pengguna SPBU menggunakan aplikasi ini," kata Ahok.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya