Pemrov Kepri dan BP Batam Kembangkan Kawasan Maritim di Pulau Galang

Oleh Ajang Nurdin pada 01 Des 2020, 13:38 WIB
Diperbarui 01 Des 2020, 13:40 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau  bersama BP Batam menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di Pulau Galang.
Perbesar
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BP Batam menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di Pulau Galang.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) bersama BP Batam menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kawasan Maritime City di [Pulau Galang](Pulau Galang ""). Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadhillah dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.

Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Pjs. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin dan Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Bahtiar Baharuddin mengatakan, sebanyak 96 persen wilayah Provinsi Kepulauan Riau adalah laut dan 4 persen sisanya merupakan daratan. Dari total wilayah tersebut kontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya 38 persen saja.

“Saya sudah diskusi dengan masyarakat setempat, baik para nelayan dan warga, kami temukan beberapa masalah dalam pengelolaan hasil laut. Jadi dengan Nota Kesepakatan ini, kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” kata Bahtiar, Selasa (1/12/2020).

Bahtiar menilai, industri yang telah ada di Batam belum mampu menampung potensi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau. “Jadi melalui konsep pengembangan industri maritim Galang ini, kami yakin mampu menumbuhkan optimisme, khususnya para nelayan. Karena ini manfaatnya akan terasa langsung kepada mereka,” ujar Bahtiar.

Ruang lingkup perjanjian ini mencakup, penyiapan studi pendahuluan, konsolidasi dan sinkronisasi pengadaan, persiapan regulasi, serta pengalokasian lahan untuk sarana dan prasarana yang mendukung program.

 

Pengembangan Kawasan

Sementara itu Pelaksana harian (PLH) Kepala BP Batam Purwiyanto mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan sebagai komitmen BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengoptimalkan pengembangan Kawasan Maritim Galang yang menyimpan potensi kelautan dan perikanan yang besar.

“Jadi fokus kerja sama ini adalah pemanfaatan aset dan sumberdaya alam. Bila kedua hal ini bisa dilakukan dengan baik, maka nilai daya saing Batam, khususnya bagi pengembangan ekonomi di sektor kelautan bisa meningkat,” ujar Purwiyanto.

Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan ini sadar pentingnya pengembangan ini untuk kemaslahatan masyarakat.

Purwiyanto juga mengatakan, BP Batam akan mendukung penuh kegiatan ini agar berjalan lancar dan mengawal pelaksanaannya hingga selesai

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓