Ada Covid-19, Mentan Pastikan Stok Beras Aman Hingga Akhir 2020

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 30 Nov 2020, 12:10 WIB
Diperbarui 30 Nov 2020, 16:30 WIB
Pasokan Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun
Perbesar
Dua pekerja mengecek beras milik Perum Bulog di kawasan Pulo Mas, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Kementan kembali memastikan bahwa meski tengah dilanda pandemi Covid-19 pasokan beras hingga akhir tahun masih ada stok beras sebanyak 7,1 juta ton. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Meski dilanda pandemi covid-19, sektor pertanian masih mencatatkan pertumbuhan yang positif hingga kuartal III-2020.

“Dalam kondisi apapun, kondisi ekonomi pertanian tetap eksis,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam webinar INDEF - Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (30/11/2020).

Hal ini terbukti dari pertumbuhan pada sektor pertanian yang memberikan kontribusi positif untuk pendapatan negara selama pandemi. Mentan memaparkan, berdasarkan catatan Badan Pusat statistik (BPS), pertumbuhan di sektor pertanian mencapai 16,24 persen pada kuartal II-2020.

Meski tak setinggi kenaikan pada kuartal II-2020, pada kuartal III-2020 sektor pertanian masih mencatatkan kenaikan 2,15 persen. “Trilwulan IV saya akan berusaha. Saya akan melakukan percepatan-percepatan,” kata dia.

Di sisi lain, nilai ekspor pertanian sampai dengan September 2020 tercatat mengalami kenaikan 10,12 persen, dari Rp 276,59 triliun menjadi Rp 304,57 triliun

Selain itu, nilai tukar usaha petani (NTUP) dan nilai tukar petani (NTP) juga mengalami kenaikan masing-masing 0,66 persen dan 0,58 persen pada Oktober 2020.

“Kalau 2020 kami aman. Makanya rakyat Insya Allah dalam kondisi apapun, saya sudah siapkan 8 sampai 9 (juta) ton untuk 2020,” kata Mentan.

Sementara, Mentan mencanangkan sejumlah program untuk membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) antara lain melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern, dan gerakan tiga kali ekspor (GRATIEKS).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Mentan Pastikan Stok Beras Melimpah hingga Akhir Tahun

Pangan padi atau beras.
Perbesar
Selama ini yang diekspor dari Indonesia adalah beras khusus seperti beras organik, beras merah, beras hitam dan lainnya. Dok Kementan

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memastikan cadangan pangan nasional selama musim tanam (MT) 2020 telah tercukupi. Bahkan Indonesia mengalami overstock beras hingga mencapai 7 juta ton.

Berdasarkan data KSA BPS, stok awal beras nasional hingga akhir Desember 2020 mencapai 5,9 juta ton. Apabila produksi beras sebesar 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi mencapai 30 juta ton, maka hingga akhir tahun mendatang Indonesia memiliki stok akhir kurang lebih sebanyak 7 juta ton.

"Semua ini pastinya karena kerja keras kita semua, karena jerih payah petani yang selalu menanam serta para aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. Saya ingin sinergi semacam ini terus berjalan," ujar Mentan Syahrul dalam siaran persnya, Kamis (29/10).

Menurutnya, produksi beras merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang menjadi tolok ukur atas keberhasilan berbagai program yang ada. Produksi beras juga sekaligus indikator utama dimana kesejahteraan petani perlahan tapi pasti terus mengalami peningkatan.

Seperti diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) pada periode September 2020 mencapai 101,66 atau meningkat 0,99 persen dibanding bulan Agustus 2020 yang hanya 100,65. Berdasarkan data BPS, peran sektor pertanian terhadap total PDB bahkan mencapai 14 persen yang berdampak pada penyediaan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk Indonesia.

"Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian pada kuartal II 2020 ini mencapai 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya," katanya.

Untuk melanjutkan hasil positif ini, Kementan mengajak semua pihak untuk bahu membahu membangun pertanian Indonesia yang lebih baik. Peningkatan produksi harus terus lakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor.

"Kami juga terus berupaya memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster. Kami berharap, Provinsi dan Kabupaten menggerakkan Kostratani di Kecamatan sebagai ujung tombak kita dalam membangun pertanian Indonesia," tutupnya.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com 

3 dari 4 halaman

Infografis Protokol Kesehatan

Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan
Perbesar
Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓