Menhub Pastikan Pembangunan Pelabuhan Patimban Ciptakan 200 Ribu Lapangan Kerja Baru

Oleh Athika Rahma pada 27 Nov 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 14:17 WIB
Menhub Budi Karya di Pelabuhan Patimban. istimewa ©2020 Merdeka.com
Perbesar
Menhub Budi Karya di Pelabuhan Patimban. istimewa ©2020 Merdeka.com

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membeberkan pentingnya pembangunan Pelabuhan Patimban untuk mendukung ketersediaan lapangan kerja di Jawa Barat, terutama di Subang. Dirinya optimistis, pembangunan pelabuhan ini akan menyerap setidaknya 200 ribu lapangan kerja baru.

"Kami optimistis, Patimban ini bisa memberikan efek yang luar biasa bahkan kita harap paling tidak 200 ribu lapangan kerja baru akan tercipta," ujar Menhub Budi dalam Webinar Kemenhub 3: Pelabuhan Patimban dan Kinerja Logistik Nasional, Jumat (27/11/2020).

Menhub Budi melanjutkan, dalam membangun Pelabuhan Patimban, pihaknya tidak hanya fokus terhadap pengembangan pelabuhannya saja, namun terhadap multiplier effect yang dihasilkan untuk mendorong ekonomi di wilayah sekitar pelabuhan.

Kementerian Perhubungan sendiri bekerja sama dengan beragam stakeholder telah memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat hingga membentuk koperasi, melibatkan masyarakat sekitar.

"Bahkan untuk ibu-ibuk, kita ajarkan pelatihan kerajinan, itu diberikan kepada wanita-wanita di sekitar Patimban. Kita harap bisa buat kompetisi jadi desa-desa itu bisa buat apa, sehingga ini jadi bola salju yang membuat Patimban jadi kekuatan ekonomi," jelas Menhub Budi.

Menhub Budi Karya menegaskan, meskipun pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan meningkatkan roda ekonomi, namun pemberdayaan masyarakat juga harus tetap berjalan.

"Masyarakat harus diberdayakan. Mereka harus pandai, terampil untuk melakukan kegiatan-kegiatan keekonomian," ujarnya.

2 dari 4 halaman

ALFI: Pelabuhan Patimban Jadi Tulang Punggung Kegiatan Ekspor Impor

Konsep Pembangunan Pelabuhan Patimban
Perbesar
Konsep Pembangunan Pelabuhan Patimban oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan Pelabuhan Patimban seharusnya bukan hanya beroperasi sebagai operator terminal atau kontainer.

Pelabuhan Patimban harus bisa menjadi tulang punggung kegiatan ekspor-impor di kawasan industri Jawa Barat.

"Kami melihat Patimban secara kawasan terintegrasi secara interland," kata Yukki dalam Dialog Publik Online Kementerian Perhubungan bertajuk Pelabuhan Patimban dan Geliat Ekonomi Nasional, Jakarta, Jumat (20/11).

Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan apung. Area daratan pelabuhan menjadi lokasi aktivitas pelabuhan mulai dari bongkar muat hingga lokasi penyimpanan peti kemas.

"Pelabuhan Patimban ini punya backbone area di darat, ini bagus buat perusahaan, bisa jadi area container," kata dia.

Yukki mengungkapkan saat ini kegiatan ekspor industri di kawasan Jawa Barat dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun truk kontainer yang membawa produk hanya bisa satu kali pengiriman karena kerap terjebak macet.

Maka, dengan adanya Pelabuhan Patimban, diharapkan nanti bisa menampung 60 persen kegiatan ekspor. Untuk itu, tahun 2023 mendatang, Pemerintah akan membangun jalur tol demi memudahkan akses menuju pelabuhan. "Dengan Pelabuhan Patimban ini semua aktivitas logistik lebih efisien dan efektif," kata dia.

3 dari 4 halaman

Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik

Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik
Perbesar
Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓