Menhub Siapkan Strategi Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 25 Nov 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 25 Nov 2020, 14:00 WIB
Menhub Budi Ungkap Peran Penting Pelabuhan Patimban Bagi Indonesia
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam dialog publik secara virtual dengan tema Pelabuhan Patimban dan Geliat Ekonomi Nasional pada Jumat (20/11).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar jatah libur panjang akhir 2020 nanti dikurangi. Hanya saja, pemerintah belum memutuskan berapa jumlah jatah libur panjang yang akan dipangkas tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun tetap menyiapkan sejumlah strategi guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) nanti. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (25/11/2020).

Budi Karya menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif serta mengambil berbagai langkah antisipasi jelang libur Nataru.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama, diputuskan libur panjang akhir tahun dimulai sejak 24 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.

"Tootal ada 11 hari secara berturut-turut sampai 3 Januari (2021). Kementerian Perhubungan juga mengantisipasi kemungkinan libur panjang di akhir 2020," ujar Menhub.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disebutnya terus melakukan kesiapan sarana dan prasarana hingga akhir November ini. Kemenhub akan melakukan pemantauan selama 18 hari sejak 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

 

2 dari 3 halaman

Pengendalian Transportasi

Pulihkan Ekonomi Nasional, Menhub Ajak Generasi Muda Ciptakan Inovasi di Masa Pandemi
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi di acara Lustrum XII Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Tahun 2020 dengan tema Technology for Prosperity yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (21/11).

Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020, instansi akan melakukan pengendalian transportasi dengan menerapkan proses ketat pencegahan Covid-19 lewat program 3M. Itu dilakukan baik di sektor angkutan darat, laut, maupun udara.

"Selanjutnya secara fisik sudah disediakan kereta api 265 unit, walaupun ini turun dari 2019. Laut sebanyak 1.186 kapal, udara terjadi penurunan 10.442 flight, tetapi ini fleksibel bisa dinaikan karena keberadaaan bisa setiap saat ditambah," ungkap Budi Karya.

Pemerintah diutarakannya juga akan melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas di semua transportasi. Tentunya dengan membentuk dan memberlakukan proses ketat oleh operator. 

"Pada moda angkutan jalan kami koordinasi dengan Korlantas, skenarionya kita sudah cukup padu. Dan Korlantas akan berlakukan contraflow (bila terjadi kemacetan), buka tutup rest area, dan imbauan tidak mudik di hari bersamaan," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓